TEKS ALKITAB
Kalau Yesus adalah Allah, Mengapa Yesus beseru: “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? ( "Eli, Eli Lama Sabakhtani”? (Lukas Matius 27:46; Markus 15:34?
25 Oktober 2017
https://imanyonggi.wordpress.com/2017/10/25/kalau-yesus-adalah-allah-mengapa-yesus-beseru-eli-eli-lama-sabakhtani/
Pertanyaan : Dari kata-kata Yesus jelas bahwa di atas salib Ia ditinggalkan oleh Allah, tetapi Allah yang mana? Terus kalau Yesus adalah Allah mengapa Dia harus berseru: “Eli Eli Lama Sabakhtani” (Lukas Matius 27:46; Markus 15:34?
Injil Matius 27:46 mengatakan : “Eli, Eli, lama sabakhtni”? artinya”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Injil Markus 15:34 mengatakan: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani”? artinya ‘ Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Keterangan:
Versi Injil Matius menggunakan bahasa Yunani ditulis sebagai berikut : eli eli lema sabakhthani. Bahasa Aram dari kalimat Matius adalah “eli eli lma svaqtani.”
Versi Injil Markus hampir sama tetapi menggunakan bahasa Aram dengan memulai ‘elohi elohi” dalam LAI “Eloi, Eloi,….”.
Mazmur 22:1-3 mengatakan : “…….Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” bahasa Ibrani yang kanonik (resmi) adalah “eli eli zabtoni”
Yesus tidak mengutip dari sumber Ibrani yang kanonik tetapi Ia menggunakan sebuah terjemahan dalam bahasa Aram.
Jawaban:
1. Yesus Kristus lahir dan dibesarkan dalam masyarakat orang Yahudi maka Ia tidak akan mengatakan suatu kalimat tanpa tujuan. Kalimat “Eli Eli Lama Sabakhtani” adalah kalimat ke 4 dari 7 perkataan Yesus. Perkataan Yesus tidak secara kebetulan diucapkan tetapi memang menggenapi nubuat dalam kitab Mazmur 22:2 bahkan mengutip dari ayat Mazmur 22:2 (Lihat Lukas 24:44). Sekaligus Mazmur 22:2 sering diucapkan oleh masyarakat Yahudi sebagai ungkapan doa pada masa kesukaran dan penderitaan.
2. Awalnya, dalam Yohanes 10;30 mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu”. Dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata: Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku….Bapa yang diam di dalam Aku…mereka tak dapat dipisahkan oleh apapun kecuali oleh dosa (Habakuk 1:13). Hukum dosa adalah keterpisahan, memisahkan Allah dan manusia (Kejadian 3:23-24; Yes. 59:1-2; 2 Tes. 1:9). Nah, Ungkapan Yesus Kristus tentang “Eli Eli lama sabakhtani ” menyerukan kepahitan dan kesedihan bahkan penderitaan yang dialami Yesus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia. Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa karena semua dosa manusia sudah dialihkan pada kemanusiaan Yesus (2 Kor.5:21). Hukuman dosa membuat keterpisahan dan kematian. Nah, ketika Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia mengalami keterpisahan dan kematian juga. Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.
Pertanyaan : Dari kata-kata Yesus jelas bahwa di atas salib Ia ditinggalkan oleh Allah, tetapi Allah yang mana? Terus kalau Yesus adalah Allah mengapa Dia harus berseru: “Eli Eli Lama Sabakhtani” (Lukas Matius 27:46; Markus 15:34?
Injil Matius 27:46 mengatakan : “Eli, Eli, lama sabakhtni”? artinya”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Injil Markus 15:34 mengatakan: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani”? artinya ‘ Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Keterangan:
Versi Injil Matius menggunakan bahasa Yunani ditulis sebagai berikut : eli eli lema sabakhthani. Bahasa Aram dari kalimat Matius adalah “eli eli lma svaqtani.”
Versi Injil Markus hampir sama tetapi menggunakan bahasa Aram dengan memulai ‘elohi elohi” dalam LAI “Eloi, Eloi,….”.
Mazmur 22:1-3 mengatakan : “…….Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” bahasa Ibrani yang kanonik (resmi) adalah “eli eli zabtoni”
Yesus tidak mengutip dari sumber Ibrani yang kanonik tetapi Ia menggunakan sebuah terjemahan dalam bahasa Aram.
Jawaban:
1. Yesus Kristus lahir dan dibesarkan dalam masyarakat orang Yahudi maka Ia tidak akan mengatakan suatu kalimat tanpa tujuan. Kalimat “Eli Eli Lama Sabakhtani” adalah kalimat ke 4 dari 7 perkataan Yesus. Perkataan Yesus tidak secara kebetulan diucapkan tetapi memang menggenapi nubuat dalam kitab Mazmur 22:2 bahkan mengutip dari ayat Mazmur 22:2 (Lihat Lukas 24:44). Sekaligus Mazmur 22:2 sering diucapkan oleh masyarakat Yahudi sebagai ungkapan doa pada masa kesukaran dan penderita.
2. Awalnya, dalam Yohanes 10;30 mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu”. Dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata: Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku….Bapa yang diam di dalam Aku…mereka tak dapat dipisahkan oleh apapun kecuali oleh dosa (Habakuk 1:13). Hukum dosa adalah keterpisahan, memisahkan Allah dan manusia (Kejadian 3:23-24; Yes. 59:1-2; 2 Tes. 1:9). Nah, Ungkapan Yesus Kristus tentang “Eli Eli lama sabakhtani ” menyerukan kepahitan dan kesedihan bahkan penderitaan yang dialami Yesus karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia. Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa karena semua dosa manusia sudah dialihkan pada kemanusiaan Yesus (2 Kor.5:21). Hukuman dosa membuat keterpisahan dan kematian. Nah, ketika Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia mengalami keterpisahan dan kematian juga. Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.
3. Di dalam Kristus (satu Pribadi) ada dua natur yaitu Tuhan dan manusia…maka hal yang wajar kalau Yesus berdoa kepada Allah BapaNya karena Dia mempunya kodrat manusia. Jadi, Allah Bapa yang meninggalkan kemanusiaan Yesus. Bukan hanya Allah Bapa saja meninggalkan Yesus melainkan kodrat ke-Ilahi-an Yesus harus pergi meninggalkan tubuh kemanusiaan Yesus. Keilahian Yesus harus meninggalkan kemanusiaan Yesus agar Yesus dapat mengalami kematian. Jika Keilahian Yesus tidak meninggalkan kemanusiaan Yesus maka Yesus tidak dapat mengalami kematian. Lagi pula, kodrat manusia Yesus berdoa mengingatkan Firman Tuhan dalam Mazmur 22.
Mazmur 22:2 merupakan syair yang sering diucapkan oleh orang Yahudi sebagai Doa, di saat mereka mengalami penderitaan. Mazmur 22:2 dikenal oleh kalangan Yahudi sebagai “AYELET SHAKHAR’ (Rusa dikala fajar) digunakan dalam Mishna Celim, bab 15:6 dan 16:7 oleh terutama kalangan wanita Yahudi untuk “meratapi” sesuatu yang terjadi, dan dilakukan juga oleh sebagian kaum pria. Waktu orang Yahudi pun menghadap tembok ratapan mengucapkan “AYELET SHAKHAR” ini. Demikian juga dengan Yesus, sewaktu Yesus di Salib di atas Kayu salib, mengucapkan kalimat “AYELET SHAKHAR”. Yesus ingin menggenapi Firman Tuhan dalam Mazmur 22:2. Yesus mengucapkan dan mengulang kembali Firman Tuhan dalam Mazmur 22:2 menunjukkan bahwa Yesus bagian dari kalangan orang Yahudi.
4. Dalam sebuah tulisan “Pulpit Commentary” dikatakan; Ia “ditinggalkan “ (oleh Allah Bapa) supaya Ia bisa menanggung dosa-dosa manusia dalam beratnya yang penuh dan menghancurkan, dan dengan menanggungnya, Ia menyelamatkan. Karena Kristus memikul hukuman dosa itu sebagai Allah dan manusia, maka penebusanNya mempunyai kuasa yang tak terbatas. Artinya Ke-Allahan Yesus tidak hilang atau pun mati melainkan Keilahian Yesus hanya terpisah dari kemanusiaan Yesus selama 3 hari. Status Yesus tetap saja sebagai Allah dan manusia di kayu salib walaupun Dia mengalami kematian dan penderitaan.
JPS , 18 Oktober 2023.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar