Minggu, 03 Februari 2019

PAUS FRANSUSKUS KUNJUNGI ARAB



Kunjungan ke Irak, Paus Fransiskus Gelar Misa Pertama di Baghdad

https://www.liputan6.com/global/read/4500339/kunjungan-ke-irak-paus-fransiskus-gelar-misa-pertama-di-baghdad


Liputan6.com, Baghdad - Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam kunjungan bersejarahnya di Baghdad, Irak

Pada hari kedua kunjungannya ke Irak, Paus Fransiskus menyampaikan Misa di Katedral Katolik St. Joseph Khaldea di Baghdad tengah.

Paus Fransiskus (84), memimpin liturgi pertamanya dalam Ritus Timur.

Kapasitas kehadiran di gereja pun dibatasi, dengan diberlakukannya pembatasan untuk mencegah Virus Corona COVID-19.

Dalam kesempatan itu, Paus Fransiskus menyampaikan kepada jemaat bahwa bukan orang kaya dan berkuasa yang diberkati "melainkan mereka yang menunjukkan belas kasihan kepada saudara dan saudari mereka," menurut laporan kantor berita Katolik Jerman, KNA.

Patriark Kardinal Louis Raphael I Sako menyebut kunjungan bersejarah Paus Fransiskus itu sebagai "pelukan bagi seluruh Gereja".

Sementara itu, koresponden Vatikan, Joshua McElwee membagikan video Misa yang memperlihatkan sejumlah jemaat menyanyikan himne.

2 dari 4 halaman

Pertemuan Bersejarah dengan Ulama Syiah di Irak

Sebelumnya, Paus Fransiskus berkesempatan melakukan pertemuan bersejarah dengan ulama Syiah di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, di kota suci Najaf.

Paus Fransiskus juga mengunjungi tempat yang diyakini sebagai tempat kelahiran Ibrahim.

Pada Minggu (7/3) waktu setempat, Paus Fransiskus berencana mengunjungi bekas benteng ISIS di Mosul sebelum menuju ke wilayah otonom Kurdi di mana dia akan mengadakan Misa untuk ribuan orang di sebuah stadion sepak bola.

Komunitas Kristen di Irak adalah salah satu yang tertua di dunia dan termasuk Kristen Khaldea, Assyria, Syria-Ortodoks dan Syria-Katolik, serta Protestan.

Meskipun mereka berjumlah sekitar 1,5 juta orang pada awal tahun 2000-an, kekerasan dan konflik agama serta etnis selama dua dekade menyebabkan banyak orang meninggalkan negara itu. Sekarang hanya tersisa sekitar 400.000 orang.


Paus Fransiskus Gelar Misa Pertama di Irak

CNN Indonesia | Minggu, 07/03/2021 05:45 WIB
Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam perjalanannya ke Irak di Baghdad. Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam perjalanannya ke Irak di Baghdad.(REUTERS/YARA NARDI).
 Advertisement Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia -- 

Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam perjalanannya ke Irak di Baghdad.

Dilansir dari AFP, ibadah dilakukan di gereja St. Josep, Baghdad tengah. Paus yang berusia 84 tahun tersebut memimpin liturgi pertamanya dalam ritus Timur.

readyviewed Paus Fransiskus bertolak dari Vatikan ke Irak pada Jumat (5/3). Dia pun akan melakukan pertemuan dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani dalam kunjungan bersejarahnya.


Lihat juga:

Mengutip Reuters, Paus diagendakan akan mengunjungi empat kota di Irak yakni ibu kota Baghdad, bekas pertahanan ISIS di Mosul yang menyimpan gereja dan bangunan lain saksi bisu konflik, tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Ur, dan kota suci Najaf.

Menyambut kedatangan Paus, Irak mengerahkan ribuan personel keamanan untuk memberikan pengamanan selama kunjungan. Terlebih Irak digempur serangkaian serangan roket dan bom bunuh diri yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Paus.

(AFP/age)


Paus Fransiskus Akan Temui Ulama Syiah Irak Pertama Kali

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210305152952-134-614248/paus-fransiskus-akan-temui-ulama-syiah-irak-pertama-kali

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 16:37 WIB
Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus akan melakukan pertemuan dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani dalam kunjungan bersejarah pertamanya ke Irak. Paus Fransiskus melakukan kunjungan perdana ke Irak. (Foto: AFP PHOTO / Andreas SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia -- 

Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus akan melakukan pertemuan dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani dalam kunjungan bersejarah pertamanya ke Irak pada Sabtu (6/3).

Paus meninggalkan Vatikan pada hari ini, Jumat (5/3) untuk melakukan kunjungan kepausan pertamanya ke Irak selama empat hari ke depan.

Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama antara Paus dan Sistani, yang selama ini kerap menyampaikan khotbah melalui perwakilannya. Sistani merupakan salah satu ulama Syiah berpengaruh di Irak.


Lihat juga:

Mengutip Reuters, Paus diagendakan akan mengunjungi empat kota di Irak yakni ibu kota Baghdad, bekas pertahanan ISIS di Mosul yang menyimpan gereja dan bangunan lain saksi bisu konflik, tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Ur, dan kota suci Najaf.

"Meskipun ada pergeseran luas dari agama di seluruh dunia, penghormatan terhadap Sistani tidak berubah," kata peneliti dari Brookings Institute, Marsin Alshamary.

"Sistani bukan seorang pendiam, tapi dia juga bukan seorang revolusioner."

Di bawah rezim Saddam Hussein, Sistani pernah menjadi tahanan rumah selama bertahun-tahun.

Baru pada 2003, ia menunjukkan pengaruhnya kepad apublik ketika terjadi kekosongan kepemimpinan di Irak. Dia secara tegas menentang pendudukan Amerika Serika dan berkeras meminta kedaulatan penuh terhadap Irak.

Lihat juga:

Sistani juga berulang kali menyerukan perdamaian dan mengakhiri konflik sektarian Iran dari 2006 hingga 2008.

Pada Juni 2014, dia mengeluarkan dekrit bersejarah yang menyerukan warga Irak mengangkat senjata melawan jihadis Sunni dari kelompok pemberontak ISIS.

Menyambut kedatangan Paus, Irak mengerahkan ribuan personel keamanan untuk memberikan pengamanan selama kunjungan. Terlebih Irak digempur serangkaian serangan roket dan bom bunuh diri yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Paus.

Imam Besar Al-Azhar Puji Kunjungan Paus ke Irak

https://www.republika.co.id/berita/qpjjyu366/imam-besar-alazhar-puji-kunjungan-paus-ke-irak

Sabtu 06 Mar 2021 23:25 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Imam Besar Al-Azhar Puji Kunjungan Paus ke Irak. Imam Besar al-Azhar sekaligus Ketua Dewan Tetua Muslim Ahmed al-Tayeb.

Imam Besar Al-Azhar Puji Kunjungan Paus ke Irak. Imam Besar al-Azhar sekaligus Ketua Dewan Tetua Muslim Ahmed al-Tayeb.

Foto: Arab News
Paus membawa pesan perdamaian dan menghibur minoritas Kristen.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Imam Besar al-Azhar sekaligus Ketua Dewan Tetua Muslim Ahmed al-Tayeb memuji kunjungan Kepala Gereja Katolik Paus Fransiskus ke Irak. Dia menggambarkannya sebagai pertemuan yang bersejarah dan berani.

“Kunjungan saudara saya Paus Fransiskus ke Irak membawa pesan perdamaian, solidaritas, dan dukungan untuk semua orang Irak. Saya berdoa agar dia selalu sukses dalam mencapai apa yang diharapkan, jalan menuju persaudaraan manusia,” kata Ahmed dalam cicitannya.

Paus Fransiskus tiba di Irak dalam kunjungan untuk mengumpulkan komunitas Kristen yang semakin berkurang di negara itu setelah perang selama beberapa dekade. Kunjungan bersejarah Paus telah dibuat selama berbulan-bulan dan merupakan kunjungan kepausan pertama ke Irak.

Baca Juga

Lihat juga:

Satgas: PPKM Mikro Strategi Terbaik Tangani Covid-19

Warga mencuci tangan sebelum memasuki pemukiman saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dia membawa pesan perdamaian dan hidup berdampingan untuk menghibur minoritas Kristen yang ada. Banyak umat Kristen yang melarikan diri dari Irak setelah invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada 2003.

Dilansir Gulf Today, Sabtu (6/3), Paus dan delegasinya mendarat di Irak sebelum pukul 14.00 waktu setempat melalui penerbangan Alitalia dengan bendera Vatikan dan Irak. Menyambut mereka, Irak segera meluncurkan karpet merah di landasan bandara internasional Baghdad. Ratusan orang berkumpul di sepanjang jalan bandara dengan harapan bisa melihat sekilas konvoi Paus. 


___________________

Paus Fransiskus memulai kunjungan bersejarah ke Uni Emirat Arab

 https://www.bbc.com/indonesia/dunia-47106457



  • 3 Februari 2019




  • Hak atas foto Getty Images
    Image caption Paus Fransiskus menjadi paus pertama yang mengunjungi semenanjung Arab, yang juga merupakan rumah bagi sekitar satu juga umat Katolik Roma.

    Paus Fransiskus akan tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Minggu (3/2). Dia merupakan Paus pertama yang mengunjungi semenanjung Arab.
    Kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan tindak lanjut dari undangan putra mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan, untuk ikut serta dalam konferensi antaragama.
    Paus Fransiskus akan menghadiri Misa pada hari Selasa (5/2) mendatang, yang diharapkan akan dihadiri 120.000 orang.
    Kunjungan ini akan diawasi dengan cermat untuk setiap referensi tentang perang di Yaman.
    Sebelumnya, Paus Fransiskus mengutuk konflik itu, di mana UEA terlibat sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi.
    Tahun lalu, Paus mengimbau masyarakat internasional "untuk menghindari memburuknya situasi kemanusiaan yang sudah tragis" di Yaman.
    UEA juga merupakan rumah bagi hampir satu juta umat Katolik Roma, kebanyakan dari mereka berasal dari Filipina atau India.
    Dalam sebuah pesan video pada hari Kamis, Paus berkata: "Saya senang atas kesempatan ini yang Tuhan berikan kepada saya untuk menulis, di tanah Anda, halaman baru dalam sejarah hubungan antar agama.
    "Iman kepada Tuhan menyatukan dan tidak memecah belah, itu membuat kita semakin dekat meskipun ada perbedaan, itu menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian."
    Dia menyebut UEA sebagai "negara yang berusaha menjadi model koeksistensi, persaudaraan manusia, dan tempat pertemuan di antara beragam peradaban dan budaya".
    Sementara di Abu Dhabi, Paus juga akan bertemu Sheikh Ahmed al-Tayeb, imam besar masjid al-Azhar Kairo yang merupakan panutan bagi Muslim Sunni.
    Para pejabat Vatikan mengatakan mereka berharap kunjungan itu akan membuka jalan bagi kehadiran gereja yang lebih kuat di UEA, untuk melayani komunitas Katolik.
    "Kami membutuhkan lebih banyak gereja. Kami membutuhkan lebih banyak imam," kata seorang pejabat, dikutip oleh Reuters.


    __________


    Paus Fransiskus. Paus Fransiskus.(AFP/JOHAN ORDONEZ) ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan, dia segera membuka halaman baru dalam sejarah relasi antaragama dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). "Saya amat gembira...bisa menulis halaman baru relasi antaragama di negara Anda, menegaskan bahwa kita semua bersaudara meski berbeda," kata Paus Fransiskus dalam pesan video untuk rakyat UEA, Kamis (31/1/2019). Dalam pesan yang disampaikan dalam bahasa Italia tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Paus mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Baca juga: Umat Katolik Dubai Antre Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus Sheikh Mohammed mengundang Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan lintas agama untuk membahas persaudaraan manusia pada 3-5 Februari mendatang. Paus menambahkan, kunjungan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu lagi dengan "teman dan saudara tercinta" Sheikh Ahmed al-Tayeb. Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin otorita tertinggi Muslim Suni di Mesir. Kedua pemimpin agama ini pernah bertemu pda 2017. Paus Fransiskus menjadikan perbaikan dan peningkatan hubungan antara Kristen dan Islam sebagai prioritas di masa kepemimpinannya. "Saya percaya pertemuan lintas agama merefleksikan keberanian dan kemauan untuk mengakui bahwa iman kepada Tuhan menjadi sarana persatuan bukan perpecahan, membawa kebersamaan meski berbeda, serta menyingkirkan kekerasan dan kebencian," ujarnya. Paus menambahkan, UEA adalah tempat yang mencoba menjadi model koeksistensi, persaudaraan antarmanusia, serta pertemuan budaya dan peradaban yang berbeda. "Saya menantikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang hidup di masa kini tetapi sudah menyaksikan masa depan," tambah Paus. UAE selalu membanggakan toleransi beragama dan keragaman budayanya. Sudah sejak lama UAE mengizinkan umat Kristen beribadah dan membangun gereja. Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Kembali Singgung Trump soal Tembok Perbatasan Hampir 80 persen warga UAE adalah pemeluk Islam, sedangkan umat Kristen sebanyak 9 persen dari seluruh penduduk negeri itu. Sedangkan sebagian besar umat Katolik negeri itu adalah para pekerja dari Afrika, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab", https://internasional.kompas.com/read/2019/01/31/15341691/paus-fransiskus-lakukan-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab.
    Penulis : Ervan Hardoko
    Editor : Ervan Hardoko

    Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab Ervan Hardoko Kompas.com - 31/01/2019, 15:34 WIB Paus Fransiskus. Paus Fransiskus.(AFP/JOHAN ORDONEZ) ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan, dia segera membuka halaman baru dalam sejarah relasi antaragama dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). "Saya amat gembira...bisa menulis halaman baru relasi antaragama di negara Anda, menegaskan bahwa kita semua bersaudara meski berbeda," kata Paus Fransiskus dalam pesan video untuk rakyat UEA, Kamis (31/1/2019). Dalam pesan yang disampaikan dalam bahasa Italia tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Paus mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Baca juga: Umat Katolik Dubai Antre Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus Sheikh Mohammed mengundang Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan lintas agama untuk membahas persaudaraan manusia pada 3-5 Februari mendatang. Paus menambahkan, kunjungan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu lagi dengan "teman dan saudara tercinta" Sheikh Ahmed al-Tayeb. Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin otorita tertinggi Muslim Suni di Mesir. Kedua pemimpin agama ini pernah bertemu pda 2017. Paus Fransiskus menjadikan perbaikan dan peningkatan hubungan antara Kristen dan Islam sebagai prioritas di masa kepemimpinannya. "Saya percaya pertemuan lintas agama merefleksikan keberanian dan kemauan untuk mengakui bahwa iman kepada Tuhan menjadi sarana persatuan bukan perpecahan, membawa kebersamaan meski berbeda, serta menyingkirkan kekerasan dan kebencian," ujarnya. Paus menambahkan, UEA adalah tempat yang mencoba menjadi model koeksistensi, persaudaraan antarmanusia, serta pertemuan budaya dan peradaban yang berbeda. "Saya menantikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang hidup di masa kini tetapi sudah menyaksikan masa depan," tambah Paus. UAE selalu membanggakan toleransi beragama dan keragaman budayanya. Sudah sejak lama UAE mengizinkan umat Kristen beribadah dan membangun gereja. Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Kembali Singgung Trump soal Tembok Perbatasan Hampir 80 persen warga UAE adalah pemeluk Islam, sedangkan umat Kristen sebanyak 9 persen dari seluruh penduduk negeri itu. Sedangkan sebagian besar umat Katolik negeri itu adalah para pekerja dari Afrika, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab", https://internasional.kompas.com/read/2019/01/31/15341691/paus-fransiskus-lakukan-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab.
    Penulis : Ervan Hardoko
    Editor : Ervan Hardoko
    Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab Ervan Hardoko Kompas.com - 31/01/2019, 15:34 WIB Paus Fransiskus. Paus Fransiskus.(AFP/JOHAN ORDONEZ) ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan, dia segera membuka halaman baru dalam sejarah relasi antaragama dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). "Saya amat gembira...bisa menulis halaman baru relasi antaragama di negara Anda, menegaskan bahwa kita semua bersaudara meski berbeda," kata Paus Fransiskus dalam pesan video untuk rakyat UEA, Kamis (31/1/2019). Dalam pesan yang disampaikan dalam bahasa Italia tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Paus mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Baca juga: Umat Katolik Dubai Antre Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus Sheikh Mohammed mengundang Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan lintas agama untuk membahas persaudaraan manusia pada 3-5 Februari mendatang. Paus menambahkan, kunjungan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu lagi dengan "teman dan saudara tercinta" Sheikh Ahmed al-Tayeb. Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin otorita tertinggi Muslim Suni di Mesir. Kedua pemimpin agama ini pernah bertemu pda 2017. Paus Fransiskus menjadikan perbaikan dan peningkatan hubungan antara Kristen dan Islam sebagai prioritas di masa kepemimpinannya. "Saya percaya pertemuan lintas agama merefleksikan keberanian dan kemauan untuk mengakui bahwa iman kepada Tuhan menjadi sarana persatuan bukan perpecahan, membawa kebersamaan meski berbeda, serta menyingkirkan kekerasan dan kebencian," ujarnya. Paus menambahkan, UEA adalah tempat yang mencoba menjadi model koeksistensi, persaudaraan antarmanusia, serta pertemuan budaya dan peradaban yang berbeda. "Saya menantikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang hidup di masa kini tetapi sudah menyaksikan masa depan," tambah Paus. UAE selalu membanggakan toleransi beragama dan keragaman budayanya. Sudah sejak lama UAE mengizinkan umat Kristen beribadah dan membangun gereja. Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Kembali Singgung Trump soal Tembok Perbatasan Hampir 80 persen warga UAE adalah pemeluk Islam, sedangkan umat Kristen sebanyak 9 persen dari seluruh penduduk negeri itu. Sedangkan sebagian besar umat Katolik negeri itu adalah para pekerja dari Afrika, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab", https://internasional.kompas.com/read/2019/01/31/15341691/paus-fransiskus-lakukan-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab.
    Penulis : Ervan Hardoko
    Editor : Ervan Hardoko

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar