Senin, 06 November 2023

KOOR

 KOOR

1. HALLELUJAH -   Handel's 'Hallelujah!'  - Canductor ? Coach : Felix


KAWANUA kATOLIK  - 




Jumat, 03 November 2023

MUKHIZAT (VIDEO)

 MUKHIZAT (VIDEO)

1. MUKJIZAT SAKRAMAN MAHA KUDUS (EKARISTI)

Perempuan  muda yang ke Gereja  dengan  kursi  roda . Dia mau  menyambut  tubuh Tuhan dengan  menggunakan kursi  roda. Tapi pastor  menantang  dia untuk  berani percaya. Pastor mendekat padanya sambil menunjukkan Tubuh Kristus. Ketika  dia  siap-siap  untuk menerimanya, pastor   mundur perlahan-lahan  menuju ke  panti imam dengan menaikkan tangga panti imam. Dia tetap menunjukkan Tuubuh Kristus kepada gadis  sakit itu.  Gadis itu bingung. Juga  umat dan para  petugas  bingung.  Mereka  menilai tindakan pastor itu salah karena mustahil gadis sakit di kursi  roda itu  bisa  bangun, bersiri menyambut Tubuh kristus yang dipegangnga. Namun, pastor itu  tetep tegar dengan keyakinannya  bahwa  Tubuh Kristus  mampu  memnyembuhkan gadis   muda ini. Dia  menantang   gadis  muda ini untuk bangun dan datang  mendekat, mendaki tangga panti imam untuk menyambut  Tubuh Kristus yang sedang dipegang dan dihunjukkannya.  Gadis itu   perlahan percaya dan   mulai berani. Dia   mencoba  bangun dari kursi rodanya. Lalu  perlahan leangkah lalu menaiki  tangga panti imam dan ternyata  dia  bisa  berjalan untuk menyambut Yubuh Kristus yang  sedang dihunjukkan imam itu. Wow.....mukjizat Sakaramen Maha Kudus / ekaristi.  Mereka yang  pada mulanya  mencicirkan bibir, menjadi  percaya. 


JPS,  3 November 2023. 



Minggu, 29 Oktober 2023

KOTBAH - KOTBAH

 1. MENGAPA SALIB

https://neksonministries.wordpress.com/2019/02/16/pemberitaan-tentang-salib-adalah-kekuatan-dan-hikmat-allah/

Bagi orang  percaya , Salib adalah hikmat dan kekuatan Allah  (I Kor 1:18). 



JPS , 30 Oktober 2023. 



2. RENDAH HATI

Kotbah Rm. Angga Indraswara,SJ


Sumber WAG _ Keluarga Besar Wela, diposting oleh Any

https://web.whatsapp.com/


******

3. COMPASSION

Kisah 2 orang  wisatawan  mampir di coffe  di Venisia Italia. 



JPS, 18 Juni 2024. 


4.    RAHMAT BAPTISAN      (Oleh:  Mgr. Kardinal Ignatius Suharyo,Pr)

https://www.youtube.com/shorts/VFZ8BuGXpmM

Ketika kita dibaptis , hidupnya dimasukkan , diikursetakan,  di dalam hidup Trinitaris  itu, dalam persekutuan Bapa, Putra dan Roh Kudus.   

Saya menggunakan  3 kata,  yaitu hominisasi, humanisasi, Difinisasi

 


Hominisasi:  Menjadi manusia. Kalau kita mempertimbangkan  teori evolusi, kita dulu  bukan manusia. Perkembangannya evolutif.  Nah, manusia itu tidak selalu  manusiawi watak-wataknya.  Maka terjadilah humanisasi., orang  menjadi semakin manusiawi.  Tetapi sebagai orang beriman, proses itu belum slesai, Proses puncak adalah  difinisasi,  manusia  menjadi semakin ilahi. 

Humanisasi : Manusia semakin manusiawi

Difinisasi: Manusia semakin menjadi ilahi. 

JPS, 9 Juli 2024. 


5. .......

https://www.youtube.com/watch?v=qeO4mYrt2XU


Ada cerita

Kisah Pertama. 

Seorang Ibu  guru  mengajar di kelas yang muridnya  punya latar belakang    beragam: Menado, Jawa, Papua. Ia mengajar murud kelas I. "Ini Ibu  Budi, lalu ia meminta  murid-murid  membaca tulisan itu. Ia meminta anak yang dari Menado: , Anak Menado membaca: Ini Ibu Budi.'."aoo, , kita tepuk tangan.  Lalu dia  meminta Yono -  dari Java  - untuk membaca: Ini Ipu  Pudi (loga  Jawa).  Lalu Ibu guru meminta  Frans, dari Pauan untuk membaca tulisan itu.  Frans membaca. "Ini Budi, dia punya mama,".  Ibu  guru bingung, dia meminta  untuk membaca ulang. Frans membaca: "Ini Budi, dia punya mama,.  Ibu guru marah lalu menjewer  telingan Frans, Frans menangis.  

Pesan cerita: Kita menjadi formator, artinya membentuk anak-anak. Tapi anak-anak buka  kertas kosong. Ada yang  sudah memmbentuk  mereka lebih dahulu.  Mereka  punya pikiran, perasaan, kehendak. Mereka sudah diformat senelumnya.  Kita tinggal melanjutkan format itu agar sesuai dengan cita-cita kita, cita-cita Gereja yakni " menyampaikan kabar gembira, sebagaimana amanat Agung Yesus dalam Matius 28: 19.  Ini  tidak  mudah.  Mendidik anak-anak (formandi / seminaris tidak mudah.  Maka di tengah situasi sperti ini, kasih adalah jembatan penghubung.  Bila ada kasih maka beres. Kasih iu sabar, mirah hatri,  tak angkuh, tak dengki,  tak memegahkan diri,  (I Kor 13: 4).  

Kita ini  pengikut Kristus, kita adalah Kristus yang lain. Kita harus mengasihi Kristus. Pertanyayan Yesus kepada Petrus, Petrus, anak Yohanses , pakah engkau mengasihi aku?  (Yoh  21: 15 - 17). 

Tuhas  kita selaki formator bagaimana membuat anak didik bertumbuh menjadi lebih baik dalam pelbagai aspek (otak, otot, perilaku). 

Kita perlu mendidik mereka dengan kasih Kristus, kasih Allah .  Ada perbedaan kasih kita mnusia dengan kasih Allah.  Kasih Allah itu agapao (tanpa syarat), kasih  kuta phileo, itu bersyarat. 

Kita orang Katolik perlu mendidik  sesuai dengan kasih Allah, dalam diri Yesus Kristus. 


  • Yohanes 21:15-17:
    Yesus bertanya kepada Petrus, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" (dengan kata "agapao"). Petrus menjawab, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau" (dengan kata "phileo"). Yesus bertanya lagi, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" (dengan kata "agapao"). Petrus menjawab, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau" (dengan kata "phileo"). Kemudian Yesus bertanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" (dengan kata "phileo"). Petrus sedih karena pertanyaan ini dan menjawab, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau" (dengan kata "phileo").
  • Makna kata "agapao" dan "phileo":
    Kata "agapao" (yang dipakai Yesus pada dua pertanyaan pertama) merujuk pada kasih yang ilahi, kasih yang tanpa syarat, kasih yang berkorban. Sementara "phileo" (yang dipakai Petrus) merujuk pada kasih persahabatan, kasih sayang, kasih yang lebih bersifat timbal balik menurut Badan Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonesia.
  • Pentingnya pertanyaan ini:
    Pertanyaan ini penting karena menunjukkan bahwa Yesus ingin Petrus mengasihi-Nya dengan kasih yang sejati, kasih yang mendalam dan tanpa syarat, seperti kasih yang dimiliki oleh Yesus sendiri menurut Badan Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonesia.
  • Tanggapan Petrus:
    Meskipun Petrus hanya bisa menjawab dengan "phileo", Yesus tetap menerima kasihnya dan menugaskannya untuk "menggembalakan domba-domba-Ku" (Yohanes 21:15-17).
  • Implikasi bagi orang percaya:
    Pertanyaan ini juga relevan bagi orang percaya, karena menuntut kita untuk mengasihi Yesus dengan segenap hati, pikiran, dan jiwa kita, bukan hanya dengan kasih yang terbatas.

.  ______

Kisah Kedua: Oma dan kambingnya dan kotbah pastor.

Seorang oma memelihara kambing jantan, berjenggot. Dia sangat mencintai  kambingnya.  Sayang  kambingya mati pada hari Jum'at. Dia tidak menjadiannya daging. Dia memperlakukan kambingnya seperti manusia.  Menutupinya dengan kaif putih, mendoakannya dan menguburkannya.  Lalu  hari minggu , dia ke Gereja untuk mengikuti Misa. Pastor Paroki berkobath sengan sangat   bersemangat, sambil jalan -jalan.  Pastor itu berjenggot. Saat pastor berkotbah  oma menangis. Pastor  berpikir tentu karena tersentuh oleh kotbahnya. Maka  dia  tambah  bersemangat dalam berkobah. Lalu saat selesai misa, pastor  menyalami umat.  Pastor penasaran dengan Oma yang menangis saat dia berkobah saat misa. Dia ingin tahu bagaian mana kotbahnya yang menyentuh sehingga dia menangis. Lalu Oma menjawab, Pasotr,  saya menangis  karena  mengingat kambing saya, yang sudah mati. Kambing saya  berjenggot seperti pastor. Ketika melihat pastor, saya mengingat kambing saya. Itu alasan saya menangis.  Kita kadang salah duga , salah reaksi terhadap aksi  orang,  salah kaprah  dengan maksud  orang. Untuk mendapatkan kepastian  butuh  konfirmasi. Jangan  merasa paling benar sendiri. Kita perlu  konformasi dan neyelaraskan  kenenaran yang obyektif, termasuk rec dan re check, supaya tidak terjebak dalm    subyektifisme. 

Kita hadir membawa atau mewartakan siapa?  

Kita  wewartakan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.  Maka hidup kita harus mencerminkan Allah Tritunggal.  Hidup  kita  harus menghadirkan Alah, jangan menjadi kesaksian palsu.  

Kadang kita mewartakan diri dan ego  kita.  

Ada kisah lain. Seorang pastor paroki - asl Belanda yang bertugas di Maluku. Tahun 1983. . Saat misa  dia  menyanyikan aklamasi yang menjadi jawban  umat. " Tanamkanlah SabdaMu ya Tuhan , dalam hati kami.  Sebelumnya dia  sudah  melakukan latihan sebelum misa. Sayangnya saat misa dia menyanyikan  alamamasi umat. " Tanamkanlah SabdaMu ya Tuhan , dalam hati kami.".  Setelah itu dia menunggu jawaban umat, tetapi umat diam saja. Dia ulangi lagi tetapi  umat diam saja,, Dia marah. Jawab, jawab, jaab. Dia  berpikir, umat yang keliru.  Dia tidak menyeadi kekliruannya. Lalu  lectpr memberi tahunya, pastor,   umat diam  karena aklmasi atau bagian umat, pasotr sudah nyanyikan. Pastor lupa bagian pastor  sendiri.   Dia baru  sadar. "Oh ya...." . 

Sering kita memaksa sesuatu, tapi ternyata yang kita sampaikan itu salah, tetapi kita menganggapnya sebagai kebenaran.   Kita memaksa pendengar sebagai obyek yang harus menerima apa yang  kita sampaikan. Ternyata  itu tidak benar. Maka perlu berhati-hati. Maka  perlu belajar pada Yesus karena dia, "Kalan, kebenaran dan hidup.  Dia juga lemah lembut dan rendah hati. 


Ceritera ketiga ,  terakhir, 

Di kampung yang semua pendudduknya beragama Katolik, pada perayaan Pekan Suci ada  Tablo, drama  kish sengsara Yesus hingga kematianNya.  Ada seorang yang berperan sebagai  Yesus.  Saat skenario masuk pada bagian  Yesus menghembuskan nafas terakhir,  dan mengucapkan kata" Selesailah : sudah, tanda bahwa Yesus meninggal. .  Otang tunggu-tunggu dia mengucapkan kata  itu tetapi tidak ada, ternyata. dia   diserang semut merah pada ketiaknya, sementara  dia tidak bisa menghalaunya karena tangannya terentang . Dia sangat menderita. Dia berusaha  kasih kode kepada teman prianya  yang menjadi algojo untuk  menggaruk  ketiaknya sekaligus mematikan semut merah itu. Kose itu adalah "Eh..em..... Sayangnya  temannya  tidak melihat ke atas, sibuk tunduk ketanah karena manis  iba.  Lalu narator perpikir   dia tidak dengar, alu mengulari kisahnya, "Lalu Yesus berseru demngan suar  nyaring...... Tetapi  tetap  tidak ada suara.  Karena  dia sudah merasa tidak tahan dengan  gigitan semut  merah pada ketiaknya, dia turukan   tangan kanannya lalu m,enggaruk  ketiaknya. Orang beretak bereriak. "Yesus  gagal mati". 

Pesannya: Bukan hal-hal besar yang membuat kita gagal tetapi hal-hal kecil.   Itu baru serangan  semut kecil, apalagi bila serangan dari  kala Jenmgking  atau  binatang lebih besar lagi. 

Kita perlu mentingkirkan hal-hal kecil yang menghalangi kita intuk melaksanakan sesuatu yang lebih besar. 

Kita perlu keluarkan lebih dulu  balok di mata kita. Kita perlu diformat oleh Yesus lalu setelah itu baru kita memformat orang lain. 



JPS,  26 Juli 2025. 


6. KOTABAH RM.KOKO ; 

JANAGAN TAKU MENDERITA KARENA TUHAN YESUS SUDAH MELAKUKANNYA LEBIH AWAL


https://youtube.com/shorts/OJ7i3pxZdC8?si=1lQdvfUV3rPj6bPJ



Dalam kisah Penderitaan Yesus,  ada sungai di sebelah Timur Sungai Kidron. Mata iarnya dekat dengan   Bait Allah. Kidron dalam Bahasa (Ibrani - kadar?) artinya  hitam.  Sungai ini sekali seathun warnanya hitam. Hitam karena  darah. Ada sekitar ratusan hingga ribuan doamba yang drahnya dicurahkan ke Sungai Kidron.  Yesus   melihat sungai ini.  Yesus membayangkan bahwa kesesokannya Dia disembelih  dan darahnya dicuarjkan seperti  anak domba yang di kurbankan. Tentu ada rasa gentar. Maka Yesus memohon: "Bapa sekiranya boleh biarlah  oiala ini berlalu dari padaKu, tetapi bukalah kehendakKu tetapi  jadilah kehendakMu. .  Inilah doa  Anak Domba.  Kita sebagai pengikut Kristus harus berani memikul salib kehidupan.  Kita harus berani memikulnya  karena Yesus  sudah lebih dahulu memberi teladan kepada kita. 

.

JPS, 26 Mei 2026. 







Jumat, 20 Oktober 2023

AGEN GEREJA PENCINTA BUDAYA

 AGEN GEREJA PENCINTA BUDAYA


Pater Kosmas SMM, asal Dayak Kalimantan menari.


Penampilan Ptr Kosmas Smm asal Dayak di poco Hari ini di acara Resepsi Misa Sulung Pater Aris Dominggus SMM

Sumber  gambar: Rensy Ambang : WAG ALUMNI ST. KLAUS _  20 Oktober 2023. 



Kamis, 19 Oktober 2023

TIGA (3) NEGARA TANPA GEREJA DI DUNIA

 TIGA (3) NEGARA TANPA GEREJA  DI DUNIA

  1. Maldives (Maladewa): Maldives menerapkan  sariat Islam dengan ketat. Ada 0,3 % orang Kristen di sana. 
  2. Arab Saudi:  Ada banyak warga Kristen, terutama kaum Imigran dari Philipina  dan India.  Ada 6 % orang Kristen di sana. 
  3. Somalia:  Somalia di  Afrika Timur. Ada 3 gedung gereja. Pada 2017 ada penolakan terhadap gereja karena intoleransi.  Ada Kathedral Mogadishu  dan Gereja  St. Katolik St. Antonis Somalia  
https://www.youtube.com/watch?v=Y5xwD1TcjRQ



Selasa, 17 Oktober 2023

TEKS ALKITAB

 TEKS ALKITAB

Kalau Yesus adalah Allah, Mengapa Yesus beseru: “Allahku,  Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (  "Eli, Eli Lama Sabakhtani”? (Lukas Matius 27:46; Markus 15:34?

Diposkan pada25 Oktober 2017
https://imanyonggi.wordpress.com/2017/10/25/kalau-yesus-adalah-allah-mengapa-yesus-beseru-eli-eli-lama-sabakhtani/

Pertanyaan : Dari kata-kata Yesus jelas bahwa di atas salib Ia ditinggalkan oleh Allah, tetapi Allah yang mana? Terus kalau Yesus adalah Allah mengapa Dia harus berseru: “Eli Eli Lama Sabakhtani” (Lukas Matius 27:46; Markus 15:34?

Injil Matius 27:46 mengatakan : “Eli, Eli, lama sabakhtni”? artinya”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Injil Markus 15:34 mengatakan: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani”? artinya ‘ Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Keterangan: 

Versi Injil Matius menggunakan  bahasa Yunani ditulis sebagai berikut : eli eli lema sabakhthani. Bahasa Aram dari kalimat Matius adalah “eli eli lma svaqtani.” 

Versi Injil Markus hampir sama tetapi menggunakan bahasa Aram dengan memulai  ‘elohi elohi” dalam LAI “Eloi, Eloi,….”.

Mazmur 22:1-3 mengatakan : “…….Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” bahasa Ibrani yang kanonik (resmi) adalah “eli eli zabtoni”

Yesus tidak mengutip dari sumber Ibrani yang kanonik tetapi Ia menggunakan sebuah terjemahan dalam bahasa Aram.

Jawaban:

1. Yesus Kristus lahir dan dibesarkan dalam masyarakat orang Yahudi maka Ia tidak akan mengatakan suatu kalimat tanpa tujuan. Kalimat “Eli Eli Lama Sabakhtani” adalah kalimat ke 4 dari 7 perkataan Yesus. Perkataan Yesus tidak secara kebetulan diucapkan tetapi memang menggenapi nubuat dalam kitab Mazmur 22:2 bahkan mengutip dari ayat Mazmur 22:2 (Lihat Lukas 24:44). Sekaligus Mazmur 22:2 sering diucapkan oleh masyarakat Yahudi sebagai ungkapan doa pada masa kesukaran dan penderitaan.

2. Awalnya, dalam Yohanes 10;30 mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu”. Dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata: Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku….Bapa yang diam di dalam Aku…mereka tak dapat dipisahkan oleh apapun kecuali oleh dosa (Habakuk 1:13). Hukum dosa adalah keterpisahan, memisahkan Allah dan manusia (Kejadian 3:23-24; Yes. 59:1-2; 2 Tes. 1:9). Nah, Ungkapan Yesus Kristus tentang “Eli Eli lama sabakhtani ” menyerukan kepahitan dan kesedihan bahkan penderitaan yang dialami Yesus  karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.  Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa karena semua dosa manusia sudah dialihkan pada kemanusiaan Yesus (2 Kor.5:21). Hukuman dosa membuat keterpisahan dan kematian. Nah, ketika Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia mengalami keterpisahan dan kematian juga. Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.


Pertanyaan : Dari kata-kata Yesus jelas bahwa di atas salib Ia ditinggalkan oleh Allah, tetapi Allah yang mana? Terus kalau Yesus adalah Allah mengapa Dia harus berseru: “Eli Eli Lama Sabakhtani” (Lukas Matius 27:46; Markus 15:34?

Injil Matius 27:46 mengatakan : “Eli, Eli, lama sabakhtni”? artinya”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Injil Markus 15:34 mengatakan: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani”? artinya ‘ Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Keterangan: 

Versi Injil Matius menggunakan  bahasa Yunani ditulis sebagai berikut : eli eli lema sabakhthani. Bahasa Aram dari kalimat Matius adalah “eli eli lma svaqtani.” 

Versi Injil Markus hampir sama tetapi menggunakan bahasa Aram dengan memulai  ‘elohi elohi” dalam LAI “Eloi, Eloi,….”.

Mazmur 22:1-3 mengatakan : “…….Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” bahasa Ibrani yang kanonik (resmi) adalah “eli eli zabtoni”

Yesus tidak mengutip dari sumber Ibrani yang kanonik tetapi Ia menggunakan sebuah terjemahan dalam bahasa Aram.

Jawaban:

1. Yesus Kristus lahir dan dibesarkan dalam masyarakat orang Yahudi maka Ia tidak akan mengatakan suatu kalimat tanpa tujuan. Kalimat “Eli Eli Lama Sabakhtani” adalah kalimat ke 4 dari 7 perkataan Yesus. Perkataan Yesus tidak secara kebetulan diucapkan tetapi memang menggenapi nubuat dalam kitab Mazmur 22:2 bahkan mengutip dari ayat Mazmur 22:2 (Lihat Lukas 24:44). Sekaligus Mazmur 22:2 sering diucapkan oleh masyarakat Yahudi sebagai ungkapan doa pada masa kesukaran dan penderita.

2. Awalnya, dalam Yohanes 10;30 mengatakan “Aku dan Bapa adalah satu”. Dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata: Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku….Bapa yang diam di dalam Aku…mereka tak dapat dipisahkan oleh apapun kecuali oleh dosa (Habakuk 1:13). Hukum dosa adalah keterpisahan, memisahkan Allah dan manusia (Kejadian 3:23-24; Yes. 59:1-2; 2 Tes. 1:9). Nah, Ungkapan Yesus Kristus tentang “Eli Eli lama sabakhtani ” menyerukan kepahitan dan kesedihan bahkan penderitaan yang dialami Yesus  karena Ia harus terpisah dari Allah Bapa karena Ia harus menanggung dosa manusia.  Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa karena semua dosa manusia sudah dialihkan pada kemanusiaan Yesus (2 Kor.5:21). Hukuman dosa membuat keterpisahan dan kematian. Nah, ketika Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia mengalami keterpisahan dan kematian juga. Keterpisahan itulah yang menyakitkan hatiNya.

3. Di dalam Kristus (satu Pribadi) ada dua natur yaitu Tuhan dan manusia…maka hal yang wajar kalau Yesus berdoa kepada Allah BapaNya karena Dia mempunya kodrat manusia. Jadi,  Allah Bapa yang meninggalkan kemanusiaan Yesus. Bukan hanya Allah Bapa saja meninggalkan Yesus melainkan kodrat ke-Ilahi-an Yesus harus pergi meninggalkan tubuh kemanusiaan Yesus. Keilahian Yesus harus meninggalkan kemanusiaan Yesus agar Yesus dapat mengalami kematian. Jika Keilahian Yesus tidak meninggalkan kemanusiaan Yesus maka Yesus tidak dapat mengalami kematian. Lagi pula, kodrat manusia Yesus berdoa mengingatkan Firman Tuhan dalam Mazmur 22. 

Mazmur 22:2 merupakan syair yang sering diucapkan oleh orang Yahudi sebagai Doa, di saat mereka mengalami penderitaan.  Mazmur 22:2 dikenal oleh kalangan Yahudi sebagai “AYELET SHAKHAR’ (Rusa dikala fajar) digunakan dalam Mishna Celim, bab 15:6 dan 16:7 oleh terutama kalangan wanita Yahudi untuk “meratapi” sesuatu yang terjadi, dan dilakukan juga oleh sebagian kaum pria. Waktu orang Yahudi pun menghadap tembok ratapan mengucapkan “AYELET SHAKHAR” ini. Demikian juga dengan Yesus,  sewaktu Yesus di Salib di atas Kayu salib, mengucapkan kalimat “AYELET SHAKHAR”. Yesus ingin menggenapi Firman Tuhan dalam Mazmur 22:2. Yesus mengucapkan dan mengulang kembali Firman Tuhan dalam Mazmur 22:2 menunjukkan bahwa Yesus bagian dari kalangan orang Yahudi.

4. Dalam sebuah tulisan “Pulpit Commentary” dikatakan; Ia “ditinggalkan “ (oleh Allah Bapa) supaya Ia bisa menanggung dosa-dosa manusia dalam beratnya yang penuh dan menghancurkan, dan dengan menanggungnya, Ia menyelamatkan. Karena Kristus memikul hukuman dosa itu sebagai Allah dan manusia, maka penebusanNya mempunyai kuasa yang tak terbatas. Artinya Ke-Allahan Yesus tidak hilang atau pun mati melainkan Keilahian Yesus hanya terpisah dari kemanusiaan Yesus selama 3 hari. Status Yesus tetap saja sebagai Allah dan manusia di kayu salib walaupun Dia mengalami kematian dan penderitaan.

JPS , 18 Oktober 2023. 



Senin, 16 Oktober 2023

SAKRAMEN- SAKRAMEN

 SAKRAMEN- SAKRAMEN

Sakaramen-sakramen  Dalam Gereja Katolik:

  1. Baptis (Baptism)
  2. Pengakuan  (Penance and Reconciliation)
  3. Ekaristi (Eucharist) 
  4. Krisma (Confirmation )
  5. Perkawinan (Matrimony)
  6. Imamat (Holy Orders)
  7. Minyak Suci (Anointing of  the Sick) 

The 7 Sacraments celebrated in the Catholic Church are Baptism, Confirmation, Eucharist, Penance and Reconciliation, Anointing of the Sick, Holy Orders, and Matrimony. They are divided into three categories: Sacrament of Initiation, Sacraments of Healing, and Sacraments at the Service of Communion.

  1. Sacraments of Initiations: Baptism, Eucharist, Confirmation, 
  2. Sacraments of Healing: Penance and Reconciliation.  Anointing of the Sick
  3. Sacraments at the Service of Communion: Holy Orders and Matrimony

(https://www.sadlier.com/religion/blog/the-7-sacraments-of-the-catholic-church#:~:text=The%207%20Sacraments%20celebrated%20in,at%20the%20Service%20of%20Communion.)

  1. Baptis (Baptism). Apa  dasar alkitabiahnya? 
  2. Pengakuan  dan  Rekonsiliasi  (Penance and Reconciliation) . Apa  dasar alkitabiahnya? 
  3. Ekaristi (Eucharist) , apa dasar biblisnya?  Perjamuan terakhir
  4. Krisma (Sonfirmation), apa dasar biblisnya? 
  5. Minyak Suci (Anointing of  the Sick) , apa dasar  biblisnya? Bisa Lihay Yes 61: 1- 3 

    The Year of the Lord's Favor

    1 The Spirit of the Lord GOD is upon me, because the LORD has anointed me to bring good news to the poor; he has sent me to bind up the brokenhearted, to proclaim liberty to the captives, and the opening of the prison to those who are bound;
    2 to proclaim the year of the LORD's favor, and the day of vengeance of our God; to comfort all who mourn;
    3 to grant to those who mourn in Zion-- to give them a beautiful headdress instead of ashes, the oil of gladness instead of mourning, the garment of praise instead of a faint spirit; that they may be called oaks of righteousness, the planting of the LORD, that he may be glorified. The other text are:  Luke 4:18-19: 18 "The Spirit of the Lord is upon me, because he has anointed me to proclaim good news to the poor. He has sent me to proclaim liberty to the captives and recovering of sight to the blind, to set at liberty those who are oppressed,
    19 to proclaim the year of the Lord's favor." The other text  Mark 6:13 
    13 And they cast out many demons and anointed with oil many who were sick and healed them.
  6. Imamat (Holy Orders), apa dasar biblisnya?
  7. Parkawinan (Mantrimony ), apa dasar  biblisnya?