1) Kejadian: ditulis oleh Musa 2) Keluaran: ditulis oleh Musa 3) Imamat: ditulis oleh Musa 4) Bilangan: ditulis oleh Musa 5) Ulangan: ditulis oleh Musa 6) Yosua: ditulis oleh Yosua 7) Hakim-Hakim: ditulis oleh Samuel Rut: ditulis oleh Samuel 9) 1 Samuel: ditulis oleh Samuel; Gad; Natan 10) 2 Samuel: ditulis oleh Gad; Nathan 11) 1 Raja-Raja: ditulis oleh Yeremia 12) 2 Raja-Raja: ditulis oleh Yeremia 13) 1 Tawarikh: ditulis oleh Ezra 14) 2 Tawarikh: ditulis oleh Ezra 15) Ezra: ditulis oleh Ezra 16) Nehemia: ditulis oleh Nehemia 17) Ester: ditulis oleh Mordekhai 18) Ayub: ditulis oleh Musa 19) Mazmur: ditulis oleh Daud dan lainnya 20) Amsal: ditulis oleh Raja Salomo; Agur; Lemuel 21) Pengkhotbah: ditulis oleh Raja Salomo 22) Kidung Agung: ditulis oleh Raja Salomo 23) Yesaya: ditulis oleh Yesaya 24) Yeremia: ditulis oleh Yeremia 25) Ratapan: ditulis oleh Yeremia 26) Yehezkiel: ditulis oleh Yehezkiiel 27) Daniel: ditulis oleh Daniel 28) Hosea: ditulis oleh Hosea 29) Yoel: ditulis oleh Yoel 30) Amos: ditulis oleh Amos 31) Obaja: ditulis oleh Obaja 32) Yunus: ditulis oleh Yunus 33) Mikha: ditulis oleh Mikha 34) Nahum: ditulis oleh Nahum 35) Habakuk: ditulis oleh Habakuk 36) Zefanya: ditulis oleh Zefanya 37) Hagai: ditulis oleh Hagai 38) Zakharia: ditulis oleh Zakharia 39) Maleakhi: ditulis oleh Maleakhi 40) Matius: ditulis oleh Matius 41) Markus: ditulis oleh Markus 42) Lukas: ditulis oleh Lukas 43) Yohanes: ditulis oleh Yohanes 44) Kisah Para Rasul: ditulis oleh Lukas 45) Roma: ditulis oleh Paulus 46) 1 Korintus: ditulis oleh Paulus 47) 2 Korintus: ditulis oleh Paulus 48) Galatia: ditulis oleh Paulus 49) Efesus: ditulis oleh Paulus 50) Filipi: ditulis oleh Paulus 51) Kolose: ditulis oleh Paulus 52) 1 Tesalonika: ditulis oleh Paulus 53) 2 Tesalonika: ditulis oleh Paulus 54) 1 Timotius: ditulis oleh Paulus 55) 2 Timotius: ditulis oleh Paulus 56) Titus: ditulis oleh Paulus 57) Filemon: ditulis oleh Paulus 58) Ibrani: ditulis oleh Paulus 59) Yakobus: ditulis oleh Yakobus (saudara Yesus) 60) 1 Petrus: ditulis oleh Petrus 61) 2 Petrus: ditulis oleh Petrus 62) 1 Yohanes: ditulis oleh Yohanes 63) 2 Yohanes: ditulis oleh Yohanes 64) 3 Yohanes: ditulis oleh Yohanes 65) Yudas: ditulis oleh Yudas (saudara Yesus) 66) Wahyu: ditulis oleh Yohanes
FAKTA ALKITAB YANG MENAKJUBKAN :
Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu ditulis sekitar tahun: ± 1440 S.M - 95 M Jumlah Kitab dalam Alkitab: * 66 * Jumlah Pasal: 1,189 Jumlah Ayat: 31,101 Jumlah Janji yang diberikan dalam Alkitab: 1,260 Perintah: 6,468 Nubuat: 3,268 ayat Nama Terpanjang Di Dalam Alkitab: Maher-Syalal Hash-Bas (Yesaya 8:1) Ayat Terpanjang: Ester 8:9 Ayat Terpendek: 1 Tawarikh 1:1 (PL) dan 1 Tesalonika 5:17 (PB) Kitab Terpanjang: Mazmur (dengan jumlah 150 Pasal) Kitab Terpendek: 2 Yohanes (hanya 1 pasal dengan 13 ayat) Pasal Terpanjang (dengan jumlah ayat terbanyak): Mazmur 119 Pasal Terpendek (dengan jumlah kata dan ayat paling sedikit): Mazmur 117 Alkitab di awali dengan kalimat "Pada mulanya.." (Kejadian 1:1) dan di akhiri dengan kalimat "Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kamu Sekalian! Amin" (Wahyu 22:21) Jumlah penulis di dalam Alkitab: 40 orang Alkitab telah diterjemahkan lebih dari 1,200 bahasa
NUBUAT AKAN KELAHIRAN, KEMATIAN DAN KEBANGKITAN YESUS DI DALAM ALKITAB PERJANJIAN LAMA :
1. Nubuat Tempat Kelahiran Yesus Di Betlehem (Mikha 5:1) 2. Nubuat Kelahiran Yesus dari Perempuan Perawan (Yesaya 7:14) 3. Nubuat Tentang Garis Silsilah Yesus Dari Suku Yehuda (Kejadian 49:10) 4. Nubuat Yesus Akan Ditolak (Yesaya 53:3) 5. Nubuat Tentang Pengkhianatan Yudas Kepada Yesus (Zakharia 11:12) 6. Nubuat Tentang Kematian Yesus Di Kayu Salib (Mazmur 22:17) 7. Nubuat Tentang Kebangkitan Yesus Dari Kematian (Mazmur 16:10)
PERJANJIAN LAMA :
Jumlah Kitab: 39 Jumlah Pasal: 929 Jumlah Ayat: 23,114 Kitab Yang Letaknya Di Bagian Tengah Perjanjian Lama: Amsal KItab Tersingkat dan Terpendek: Obaja 1:1-21 (kitab ini hanya memiliki 1 pasal saja dengan jumlah ayat sampai 21) Pasal Terpanjang: Mazmur 119 (memiliki ayat sampai 176) Pasal Terpendek: Mazmur 117 (hanya memiliki 2 ayat saja dengan jumlah kata 22) Ayat Terpanjang: Ester 8:9 Ayat Terpendek: 1 Tawarikh 1:1 Kitab Taurat: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan Kitab Sejarah: Yosua, Hakim-Hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester Kitab Puisi: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung Kitab Nabi-Nabi Besar: Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel Kitab Nabi-Nabi Kecil: Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi
PERJANJIAN BARU :
Jumlah Kitab: 27 Jumlah Pasal: 260 Jumlah Ayat: 7,957 Kitab Yang Letaknya Di Bagian Tengah Perjanjian Baru: 2 Tesalonika Kitab Tersingkat dan Terpendek: 2 Yohanes 1:1-13 (kitab ini hanya memiliki 1 pasal saja dengan jumlah ayat sampai 13) Pasal Terpanjang: Lukas 1 (memiliki ayat sampai 80) Pasal Terpendek: Wahyu 15 (hanya memiliki 8 ayat dengan jumlah kata 208) Ayat Terpanjang: Wahyu 20:4 Ayat Terpendek: 1 Tesalonika 5:17 Kitab Injil Sinoptik: Matius, Markus, Lukas, Yohanes Kitab Sejarah: Kisah Para Rasul Surat-Surat Paulus: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, Ibrani, Yakobus Surat-Surat Petrus: 1 Petrus, 2 Petrus Surat-Surat Yohanes: 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes Surat Yudas: Yudas Kitab Nubuat: Wahyu
• Alkitab ditulis lebih dari 40 generasi. • Ditulis dalam tiga bahasa: Ibrani, Yunani dan Aram • Ditulis di tiga benua: Eropa, Asia, dan Afrika. • Ditulis di berbagai lokasi: hutan belantara, penjara bawah tanah, istana, penjara, di pengasingan, di rumah. • Ditulis oleh laki-laki dari: raja, petani, dokter, nelayan, pemungut pajak, sarjana, dll. • Ditulis dalam waktu yang berbeda: perang, kedamaian, kemiskinan, kemakmuran, kebebasan dan perbudakan. • Ditulis dalam suasana hati yang berbeda: kegembiraan hingga dalam.keadaan putus asa. • Ditulis dalam berbagai subjek dan doktrin yang luas.
10 KITAB TERPANJANG DI DALAM ALKITAB:
1) Mazmur (Ada 150 Pasal), dengan 2,461 ayat. 2) Yesaya (Ada 66 Pasal), dengan 1,292 ayat. 3) Yeremia (Ada 52 Pasal), dengan 1,364 ayat. 4) Kejadian (Ada 50 Pasal), dengan 1,533 ayat. 5) Yehezkiel (Ada 48 Pasal), dengan 1,273 ayat. 6) Keluaran (Ada 40 Pasal), dengan 1,213 ayat. 7) Bilangan (Ada 36 Pasal), dengan 1,288 ayat. 2 Tawarikh (Ada 36 Pasal), dengan 822 ayat. 9) Ulangan (Ada 34 Pasal), dengan 959 ayat. 10) Matius (Ada 28 Pasal), dengan 1,071 ayat.
10 KITAB TERPENDEK DI DALAM ALKITAB :
1) 2 Yohanes (Hanya 1 Pasal), dengan 13 ayat. 2) 3 Yohanes (Hanya 1 Pasal), dengan 15 ayat. 3) Filemon (Hanya 1 Pasal), dengan 25 ayat. 4) Yudas (Hanya 1 Pasal), dengan 25 ayat. 5) Obaja (Hanya 1 Pasal), dengan 21 ayat. 6) Hagai (Hanya 2 Pasal), dengan 38 ayat. 7) Titus (Hanya 3 Pasal), dengan 46 ayat. 2 Tesalonika (Hanya 3 Pasal), dengan 47 ayat. 9) Nahum (Hanya 3 Pasal), dengan 47 ayat. 10) Yunus (Hanya 4 Pasal), dengan 48 ayat.
SEMOGA BERMANFAAT DAN MENAMBAH ILMU. JANGAN LUPA DIBAGIKAN AGAR BANYAK ORANG YANG DIBERKATI TUHAN MEMBERKATI
Dalam seremoni ini, seorang petugas pastoral sedang memberkati pasangan sesama jenis di Cologne (Reuters)
Jakarta -
Ketika suara lonceng gereja sayup-sayup menghilang berganti dengan suara organ, Romo Jan Korditschke berjalan menuju altar untuk memimpin misa. Ritual ibadah yang sangat biasa dilakukan dalam ibadah Minggu umat Katolik.
Tapi ada perasaan gugup di antara para jemaat. Sesuatu yang sangat tak biasa akan terjadi.
Romo Korditschke mengatakan bahwa setiap orang yang ingin mendapat pemberkatan harus berdiri.
Sebagian besar jemaat berdiri, termasuk sejumlah pasangan sesama jenis.
Saat harpa mulai dimainkan, pastor mulai bergerak mengelilingi aula gereja. Dengan tenang ia mengatakan kepada jemaat yang berdiri, apa yang ingin didoakan. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya di atas kepala jemaat yang tertunduk dan mulai membisikkan kalimat doa.
Romo Korditschke adalah satu dari 120 pemuka Katolik di Jerman yang menentang larangan pemberkatan bagi pasangan sesama jenis. (BBC)
Banyak air mata umat tumpah saat Romo Korditschke berdoa. Sebab, bagi umat Katolik lesbian dan gay di sini, itulah pertama kalinya mereka merasa diterima secara penuh setelah seumur hidup beribadah ke gereja.
"Ini sangat memilukan, dan saya menyadari bagaimana terlukanya perasaan saya," kata Sangha, satu dari umat yang hadir. Ia bersama Frieda, pasangan lesbiannya selama 25 tahun.
"Selama 49 tahun, saya tak pernah mendapat penerimaan. Tapi akhirnya, orang-orang mulai mengatakan: Tak apa-apa kamu berada di sini."
Vatikan membuat umat Katolik liberal terkejut
Matthias, yang terlahir sebagai Katolik dan diberkati bersama pasangannya, Thomas, mengaku tak pernah punya persoalan untuk pergi ke misa. Tapi pernyataan-pernyataan dari para pemuka Katolik telah membuatnya mempertimbangkan untuk meninggalkan gereja.
"Saya sering bertanya-tanya apakah saya bisa bertahan di gereja yang tak menginginkan saya. Tapi gereja 'sesungguhnya' ada di sini, berdiri di atas tanah ini, memulihkan keimanan saya lagi."
Pada Maret lalu, Vatikan mengeluarkan pernyataan tegas yang menekankan bahwa pasangan sesama jenis "berdosa" seraya menggarisbawahi larangan bagi pastor untuk memberkati pasangan sejenis.
Pemberkatan kepada pasangan sesama jenis adalah sesuatu yang sangat individual, kadang-kadang dilakukan oleh pastor yang memiliki pemikiran liberal - tapi sampai saat ini jarang muncul ke publik.
Dalam seremoni ini, seorang petugas pastoral sedang memberkati pasangan sesama jenis di Cologne (Reuters)
Pernyataan terbuka dari Vatikan ini telah mengejutkan umat Katolik liberal di Jerman. Sebagai respons dari pernyataan itu, ribuan pastor, biarawati, dan jemaat paroki meluncurkan sebuah kampanye bernamaLiebe gewinnt (Cinta menang), untuk menjelaskan secara terbuka bahwa LGBTQ diterima di gereja.
"Saya merasa marah, dan malu, karena menurut saya itu merupakan pernyataan yang menyakitkan," kata Romo Korditschke kepada saya.
Dia adalah satu dari 120 pastor di Jerman yang secara terbuka menentang larangan Vatikan.
'Bagaimana mungkin Anda tak memberkati orang yang sedang berduka?'
Selama kurun waktu satu minggu, para pastor mengadakan misa di gereja-gereja Katolik di seluruh Jerman yang melayani pemberkatan bagi mereka yang menginginkannya, termasuk pasangan yang disebut Vatikan sebagai 'pendosa', seperti orang-orang yang bercerai atau pasangan sesama jenis.
Ketika saya bertanya kepada Romo Korditschke, bagaimana dia membenarkan pembangkangan terhadap aturan Vatikan, dia menjawab dengan berlinang air mata.
Menurutnya, ada seorang jemaat yang meletakkan sekuntum mawar di kursi sebelahnya. Bunga itu ditujukan bagi kekasihnya yang telah meninggal beberapa bulan lalu.
Jemaat tersebut, menurut Romo Korditschke, telah menuturkan duka yang dialaminya, dan dia meminta agar pasangannya yang telah meninggal diberkati. Pemberkatan ini membantu sang jemaat meringankan duka setelah kehilangan orang yang ia cintai.
Pemberkatan bagi pasangan sesama jenis hanya bagian dari gerakan yang bergejolak di Jerman dari umat Katolik yang menginginkan perubahan.
Perempuan di atas mimbar
Organisasi akar rumput seperti Maria 2.0, juga meminta persamaan hak perempuan di Gereja.
Sehari setelah misa yang dipimpin Romo Korditschke di Berlin, kalangan perempuan berkhotbah di 12 gereja Katolik di Jerman - sesuatu yang sangat tidak disukai Vatikan.
"Gereja Katolik pernah menyampaikan bahwa Bumi itu datar, dan mengatakan kepada kita untuk meyakininya. Gereja harus mengubah posisinya. Atau Anda seharusnya yakin bahwa Adam dan Hawa adalah manusia sebenarnya," kata Ulrike Gken-Huismann, yang menyampaikan khotbah di gerejanya di Dsseldorf.
"Bukannya Gereja tak pernah mengubah ajarannya."
Kalangan pemuka gereja di Jerman terbagi: keuskupan liberal yang mendukung sejumlah reformasi, sedangkan pemimpin Gereja konservatif menyokong garis keras Vatikan.
Namun, jajak pendapat menunjukkan umat Katolik di Jerman cenderung lebih liberal.
Sebuah survei yang dilakukan oleh beberapa universitas di Berlin dan Mnster menunjukkan 70% umat Katolik Jerman mendukung pemberkatan bagi pasangan sesama jenis; 80% tak mempersoalkan pasangan yang hidup di luar pernikahan; dan 85% meyakini para pastor semestinya bisa menikah.
Setelah pasangan sesama jenis mendapat pemberkatan di Berlin, sekitar 100 orang berkumpul di luar gereja, untuk minum anggur bersoda di bawah matahari sebagai bentuk perayaan.
Tapi di gerbang gereja, sekitar 10 pengunjuk rasa mengusung poster bertuliskan "Tuhan tak memberkati dosa".
Tak ada rasa permusuhan di antara dua kelompok. Kedua kelompok adalah bagian penting Gereja Katolik yang berbeda pendapat.
Itu tidak apa-apa, kata Romo Korditschke sambil tersenyum.
Apa yang dikatakan Paus Fransiskus tentang homoseksualitas?
Oktober 2020: Paus Fransiskus mengatakan kepada pembuat film dokumenter bahwa pasangan sesama jenis semestinya diizinkan untuk menjadi "pasangan sipil". "Orang-orang homoseksual... adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak untuk berkeluarga. Tak ada yang harus diusir, atau dibuat sengsara karenanya."
Oktober 2014: Uskup di sinode Gereja menolak proposal untuk menerima lebih jauh kelompok gay yang mendapat dukungan dari Paus.
Juli 2013: Dalam sebuah penerbangan, Paus mengatakan kepada para jurnalis bahwa kelompok gay tak semestinya dimarjinalisasi, tapi diintegrasikan kepada masyarakat. Pendeta gay harus dimaafkan, dan dosa mereka dihapuskan, katanya.
2013: Dalam buku On Heaven and Earth, Paus mengatakan bahwa menyamakan hubungan sesama jenis dengan pernikahan heteroseksual secara hukum akan menjadi "sebuah kemunduran antropologis".
2010: Saat menjadi Uskup Agung Buenos Aires, dia menentang pernikahan sesama jenis, tapi secara hukum mendukung sejumlah perlindungan bagi pasangan sesama jenis.
***********
Homoseksualitas di kalangan imam Katolik dalam pandangan Paus Fransiskus
SUMBER GAMBAR,REUTERS
Paus Fransiskus mengatakan bahwa homoseksualitas dalam kependetaan adalah 'masalah serius' yang 'mengkhawatirkan' dirinya.
Ia mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan seorang imam misionaris Spanyol sebagai bagian dari sebuah buku yang akan terbit, tentang panggilan jiwa keagamaan.
Paus menyebut homoseksualitas adalah sesuatu yang 'modis' (fashionable) dan menyerukan para padri untuk setia pada sumpah selibat mereka.
Harian Italia Corriere della Sera memuat cuplikan wawancara itu di situs webnya pada hari Sabtu (1/12) lalu
Paus Francis mengatakan bahwa Gereja harus 'ketat' dalam memilih calon imam.
"Masalah homoseksualitas adalah masalah yang sangat serius," kata Paus. Menurutnya mereka yang bertanggung jawab dalam melatih imam harus memastikan bahwa para calon pendeta itu 'dewasa dan matang secara emosional' sebelum mereka ditahbiskan.
"Untuk alasan ini, Gereja mendesak agar orang-orang dengan kecenderungan yang sudah berakar ini tidak diterima dalam layanan keagamaan atau hidup yang dikuduskan."
Hal ini juga berlaku untuk perempuan yang ingin menjadi biarawati.
Pernyataan Paus Fransiskus ini menegaskan pernyataan Vatikan masa lalu tentang pemilihan calon untuk layanan keagamaan dan kehidupan gereja.
"Di masyarakat kita, tampaknya homoseksualitas bahkan merupakan sesuatu yang modis (fashionable). Dan mentalitas ini, dengan satu dan lain cara, juga memengaruhi kehidupan Gereja," lanjutnya.
Pimpinan Gereja Katolik sedunia itu menekankan bahwa "tidak ada tempat untuk hal ini" dalam kehidupan para imam dan biarawati.
SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES
Keterangan gambar,
Wawancara itu berlangsung pertengahan Agustus.
Pada tahun 2013, Paus Fransiskus menegaskan kembali posisi Gereja Katolik Roma bahwa perbuatan (seks) homoseksual adalah dosa, tetapi orientasi homoseksual tidak.
Buku karya Pastor Fernando Prado, "The Strength of Vocation", didasarkan pada empat jam wawancara dengan Paus mengenai tantangan menjadi anggota korps padri Katolik, akan diterbitkan minggu depan.
________
Ratusan Kasus Pedofilia di Gereja Spanyol Diselidiki Besar-besaran
Jakarta - Sebuah surat kabar Spanyol mengungkap adanya ratusan kasus pedofilia di dalam Gereja Katolik di negara tersebut. Angka kasus pedofilia itu mencapai 200-an lebih. Seperti dilansir dari AFP, Senin (20/12/2021), Penyelidikan surat kabar Spanyol itu menemukan 251 tersangka kasus pedofilia. Hasil penyelidikan itu kemudian diteruskan ke Vatikan.
Vatikan nantinya akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan internal. Diduga, ratusan tersangka yang terlibat kasus pedofilia merupakan rohaniawan gereja dan anggota dalam gereja.
"Gereja telah memulai penyelidikan besar-besaran, yang belum pernah terjadi sebelumnya di Spanyol, terhadap 251 anggota rohaniwan dan sejumlah organisasi dalam gereja yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak, yang telah diselidiki surat kabar ini selama tiga tahun," sebut surat kabar El Pais dalam pernyataannya pada Minggu (19/12) waktu setempat.
Disebutkan bahwa tuduhan-tuduhan dan keterangan para saksi yang membentang dari tahun 1943 hingga 2018 yang dijelaskan secara detail dalam laporan El Pais. Berkas kasus itu telah diserahkan kepada Paus Fransiskus di Vatikan pada 2 Desember lalu.
Sebelum merilis hasil penyelidikannya, surat kabar El Pais mempublikasikan beberapa kasus secara anonim dalam situsnya.
Kongregasi untuk Doktrin Keimanan Vatikan, yang bertanggung jawab untuk menyelidiki tuduhan semacam itu, tidak bisa mengonfirmasi bahwa penyelidikan telah dimulai saat ditanyai oleh AFP pada Minggu (19/12) waktu setempat.
Namun Konferensi Episkopal Spanyol 'menegaskan kembali komitmen dan kesediaannya untuk melakukan penyelidikan terhadap semua kasus pelecehan'. Para korban diminta untuk membuat aduan.
"Mendorong semua korban untuk memberikan pengaduan mereka," cetus Konferensi Episkopal Spanyol dalam pernyataannya.
Juru bicara Konferensi Episkopal Spanyol kepada AFP mengatakan bahwa sejak tahun 2001, Vatikan telah menerima 220 pengaduan tindak pelecehan seksual.
Saya sempat bertemu dengan pemikir besar ini ketika ia mengunjungi Jakarta. Harus diakui, ada rasa bangga saat saya dapat berpose sejenak dengan guru saya, Rm. Magnis-Suseno, mendampingi KΓΌng. Tapi saya lupa apa yang kami obrolkan. Pasti bukan sesuatu yang serius.
Namun saya akan selalu mengenang KΓΌng. Walau tidak pernah kuliah teologi formal, buku-buku KΓΌng adalah penjelajahan yang sangat memukau bagi siapapun yang ingin memberi pertanggungjawaban iman dalam dunia modern.
Bagi saya, dua buku KΓΌng yang paling fenomenal adalah tafsirnya tentang Hegel (buku itu sudah hancur dimakan rayap), dan karya yang disebutnya sendiri sebagai "small Summa" iman kristiani: On Being a Christian (1976, aslinya Christ Sein, 1974). Dalam buku tebal (lebih dari 700 halaman), KΓΌng membahasakan ulang iman kristiani yang diyakininya secara kritis dalam dialog dengan situasi modern, mulai dari tantangan ateisme, tuntutan keadilan sosial, sampai situasi pluralistik (religius maupun etis) yang menandai kondisi sekarang.
Pertanyaan yang diajukan KΓΌng di awal bukunya sederhana, tapi menggelitik: "Is there something more to being a Christian than to being human?" Namun kita sadar, untuk menjawab pertanyaan sederhana itu, butuh penjelajahan sangat luas, jujur, dan kritis. Tentu jika kita mau menjawabnya sungguh-sungguh, bukan sekadar membuat repetisi bebal dogma-dogma gereja yang sudah baku.
KΓΌng menjalani dan bahkan menghidupi pertanyaan itu secara konsisten. Karena pillihannya, ia sempat dicabut "venia legendi"-nya sebagai teolog resmi Gereja Katolik, padahal sebelumnya ia ikut memainkan peran dalam Konsili Vatikan II yang mengubah wajah gereja. Tetapi ia tetap setia dan mempertahankan pilihan selibatnya, walau tidak lagi menjadi imam.
Saya kira, siapapun orang Kristen yang mau sungguh-sungguh menghayati dan menghidupi imannya di masa sekarang, harus bergumul dengan pertanyaan KΓΌng tadi. Tentu saja, orang tidak harus mengikuti jawaban KΓΌng. Tetapi pertanyaan yang diajukan sangat fundamental dan tak terelakkan.
RIP KΓΌng (meninggal 6 April 2021). Terima kasih sudah merumuskan pertanyaan abadi yang akan terus menginspirasi saya. Tinggallah dalam keabadian bersama Sang Misteri yang terus menerus memesonamu π