KISAH IMAN YANG INSPIRATIF
1. Rm. Sanjaya,Pr
Rm. Sanjaya,Pr lahir di Sedan, Muntilan pada tanggal 20 Mei 1914 .
"Rm. Sanjaya" merujuk pada Romo Richardus Kardis Sandjaja, Pr., seorang martir Katolik Indonesia dan imam diosesan yang dikenal karena kesederhanaan, kecerdasannya, dan pengabdiannya kepada Gereja dan masyarakat. Ia lahir di Sedan, Muntilan pada tanggal 20 Mei 1914 dan dibaptis oleh Pater van Lith SJ. Romo Sandjaja dikenal sebagai sosok yang cerdas sejak kecil dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi, bahkan setelah ditahbiskan menjadi imam pada 13 Januari 1943.
Berikut beberapa poin penting tentang Rm. Sandjaja:
- Romo Sandjaja dikenal sebagai pribadi yang cerdas, bahkan dijuluki "kamus kecil yang berjalan" karena kemampuannya menghafal isi kamus. Setelah ditahbiskan, ia mengabdikan diri sebagai pastor di Paroki Muntilan, dosen Sejarah Gereja dan Moral di Seminari Tinggi, serta Prefek Seminari Menengah.
- Ia menjalani pendidikan Seminari Menengah dari tahun 1933-1937, lalu Seminari Tinggi dari tahun 1937-1943.
- Romo Sandjaja ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Alb. Soegijapranata SJ di Muntilan pada 13 Januari 1943. Setelah ditahbiskan, ia bertugas di Paroki Muntilan dan mengajar di Seminari.
- Makam Romo Sandjaja di Muntilan menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik dan masyarakat umum. Banyak yang datang untuk mengenang jasa dan pengabdiannya, serta mencari berkat dan kesembuhan melalui doa di makamnya.
- Rm. Sandjaja seringkali diperingati dalam berbagai acara gereja dan juga menjadi subjek dari berbagai tulisan, buku, dan artikel yang membahas tentang kehidupan dan pelayanannya.
Kesaksian umat akan mukjizat melalui doa dengan perantaraan Rm. Sanjaya
Ibu Rosalia R. Rohadiani (mbak Ema) - mahasiswi doktoral yang mengambil tempat penelitian
doktoralnya di Muntilan.
Ibu ini berkisah bahwa dia punya keterikatan dengan Muntilan.
Dulu, dia pernah divonis okeh dokter tidak mungkin punya anak yang kedua.
Begitu melahirkan anak pertama, dokter berpersan, tidak bisa melahirkan lagi.
Bila masih mau ada anak, silahkan caei di rumaha sakit, adopsi semacam itu.
Ketika anaknya semakin besar, Ibu Rosalia ini berdoa di Kerkof, Muntinan - tempat pemakaman Rm. sanjoyo
dan para imam lainnya. Ibu Rosalia berdoa di sana tanpa ujud apapun.
Ketika dia berdiri, ada bisikan, duduk lagi.
Ibu Sosa berdoa, termasuk berdoa Rosario. Lalu ada bisikan lagi, duduk.
Ibu ini 3 kali duduk, karena ada bisikan. Dia duduk sambil berdoa Rosario.
Setelah itu, 1 bulan kemudian, Ibu Rosalia ini hamil.
Dia melahirkan anak kedua pada 4 Mei, tepat dengan bulan lahirnya Rm.Sanjaya,Pr.
Ibu ini menyekolahkan anaknya di Muntilan.
JPS, 9 Agustus 2025.
1, Romo
Ari Setyawan dari Yogyakarta
https://www.youtube.com/watch?v=mwBT9alnR6I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar