Selasa, 11 Februari 2025

SEJARAH GEREJA KATOLIK DI JEPANG

 SEJARAH GEREJA KATOLIK DI JEPANG

KISAH PARA MARTIR JEPANG

https://youtube.com/shorts/UF23BQChuWU?si=NEm3wIytH_czN0kW



Agama  Katolik masuk pertama kali di Kagosima, Jepang tahun 1549  dibawa oleh Fransiskus Xaverius , SJ  dan 2 rekannya  dari Spanyol. 


Tahun 1614, Katolik dlarang  di Jepang . Orang Katolik , termasuk  para misuonaris dibunuh


1825, Jepang membuka  diri kembali  kepada  dunia  luar. 



26  MARTIR JEPANG

https://youtube.com/shorts/nr2Gdu9PrEM?si=ZMzYHed4PRDDLMSH



5 Februari 1597 , 26 orang Katolik -  6 misionaris Fransiskan, 3 misionaris Jesuit dan 17 awam  Jepang - disalibkan di  Nagasaki Jepang . 

Para martir itu diteteapkan sebagai orang Kudus pada 8 Juni 1862.  Pesatanya dirayakan pada 6 Februari  pada hari Raya St. Paulus Niki dkk.

Setelah penindasan itu, umat Katokik masih ditindas dan bergerak di bawah tanah.   250 tahun kemudian ditemukan  masih ada  unat bawah tanah yang imanya masih menyala. 

JPS, 11 Februari 2025. 


***************

SEJARAH MARTIR KATOLIK DI JEPANG

https://youtube.com/shorts/UF23BQChuWU?si=P8DvwLxCTs7cS5l5




________


Kapal-kapal Portugis tiba di Jepang pada tahun 1543, dan kegiatan misionaris Katolik di Jepang sudah dimulai paling tidak sekitar tahun 1549. Kegiatan ...

AI overview

AI Overview
+10
Gereja & Katedral di Jepang - Tripadvisor
Gereja Katolik di Jepang memiliki sejarah yang panjang dan berliku, dimulai pada abad ke-16 dengan kedatangan para misionaris Jesuit, terutama Santo Fransiskus XaveriusMeskipun awalnya mengalami pertumbuhan pesat, Kekristenan, termasuk Katolik, kemudian dilarang dan ditekan oleh pemerintah Jepang pada abad ke-17. Namun, iman Katolik tetap bertahan di kalangan komunitas kecil yang kemudian dikenal sebagai "Kekristenan Tersembunyi", yang akhirnya muncul kembali pada abad ke-19. 
Berikut adalah poin-poin penting dalam sejarah Gereja Katolik di Jepang:
  • Kedatangan Misionaris:
    Misi Katolik pertama di Jepang dimulai pada tahun 1549 dengan kedatangan Santo Fransiskus Xaverius dan para misionaris Jesuit lainnya. Mereka memulai kegiatan penginjilan di berbagai wilayah, termasuk Kagoshima dan Nagasaki, dan berhasil menarik banyak pengikut. 
  • Pertumbuhan dan Larangan:
    Gereja Katolik berkembang pesat pada abad ke-16, namun pada awal abad ke-17, pemerintah Jepang yang dipimpin oleh keshogunan Tokugawa mulai khawatir dengan pengaruh asing dan memberlakukan larangan terhadap agama Kristen. 
  • Setelah larangan, umat Katolik terpaksa beribadah secara sembunyi-sembunyi atau dalam gerakan bawah tanah untuk menghindari penindasan. Mereka mengembangkan tradisi dan ritual unik untuk mempertahankan iman mereka dalam situasi sulit. 
  • Kebangkitan dan Pemulihan:
    Larangan terhadap agama Kristen akhirnya dicabut pada akhir abad ke-19, dan Gereja Katolik mulai bangkit kembali serta memulihkan keberadaannya di Jepang. 
  • Pertumbuhan dan Tantangan Modern:
    Saat ini, Gereja Katolik di Jepang terdiri dari sekitar 509.000 jiwa, dengan 16 keuskupan dan 848 paroki. Meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan jumlah umat dan kurangnya imam, Gereja Katolik terus berupaya untuk melayani umat dan menyebarkan pesan Injil di Jepang. 
  • Tempat-tempat Bersejarah:
    Beberapa situs bersejarah yang terkait dengan Gereja Katolik di Jepang antara lain Gereja Oura di Nagasaki, Katedral Nagasaki, dan Katedral Tokyo. Tempat-tempat ini menjadi saksi bisu sejarah panjang Gereja Katolik di negara tersebut. 

JPS, 9 Agustus 2025. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar