KISAH GELAP KAUM BERJUBAH
PASTOR INDONESIA DIVONIS HUKMAT
https://www.youtube.com/watch?v=oLEQLeIgXBQ
HERMAN JUMAT MASAN (hERDER) MERUPAKAN IMAM kEUSKUPAN lARANTUKA. sAAT MASIH FRATER (CALON IMAM) DIA BERKENALAN Yosefin Karedok Payong atau MARRY GRACE YNAG SAAT ITU MENYANDANG STATUS SEBAGAI BIARAWATI YANG SEDANG STUDI fILSAFAT DI STFK Ledalero Maumere, Sikka NTT. Herman Jumat Masan dan Mary Grace sama-sama berasal dari Pulau Adonara. Studi mereka di STFK Ledalero berjalan lancar. Herman Jumat Masan menjadi Pastor lalu ditempatkan sebagai pembina Fratres Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, SIkka. Merry Grace bekerja di Lela juga. Jalinan cinta meraka semakin menguat. Mereka brdua kawin dalam situasi Herman Jumat Masan masih berstatus pastor (romo). Dalam Gereja Katolik, pastor (romo) ada janji selibat (tidak kawin). Tapi Herman Jumat Masan menabrak aturan ini. Dia nekad mengawini Mery Grace hingga hamil. Mery Grace meminta Herman Jumat Masan untuk menikahinya tetapi Herman Jumat tidak mau. Dia tetap mau menjadi imam (pastor). Merrka membina hubungan gelap. Hasil hubungan cinta gelap ini, tahun 1998 Mary Grace hamil. Dia melilitkan perutnya dengan Stagen biar tidak diketahui orang. Tiba saatnya bagi Meery Grace untuk melahirkan. Dia melahirkan di kamar mandi. Bayinya maninggal. Herman menguburkannya di taman bunga Wisma TOR. Beberapa waktu kemudian, Maerry hamil lagi. Merry meminta Herman untuk bertangung jawab agar dia Herman keluar dan menikahinya, tetapi herman tidak mau. Dalam situasi yang yang tidak nyaman Pada 1 Maret 2022, , Merry melahirkan di kamarnya Herman Jumat Masan. Bayi itu meninggal, Merry tidak ditolong secara maksimal, alhasil dia meninggal juga. Bayi dan Mery lagi-lagi dikuburkan di taman bunga Wisma TOR Lela. Jarak antara TOR lela dengan RS Lela tidak jauh, sekitar 500 meter saja. Tetapi Herman sengaja tak mengantar Mery ke sana supaya hubungan mereka tidak diketahui orang. Merypun meninggal. Hemrman menguburkannya di taman bunga yang sama. Waktu terus berjalan. Tahun 2006, Herman Jumat pindah tugas ke Hokeng, mengurus perusahan Kopi milik Keuskupan Larantuka. Dia menjual kopi -kopi itu ke Maumere. Herman ternyata menggelapkan uang keuskupan Larantuka hingga ratusan juta. . Dia kemudian dipindahkan ke Paroki Kalikasa. Pulau Lembata. Hrman mrerasa tidak tenang . Jiwanya selalui dihantui oleh Merry Grace and kedua anaknya yang sudah meninggal karena tindakan kejinya. Dia kahirnya keluar dari imam dan merantau ke Kalimantan, Kabupaten Kutai , Kalimantan Timur. . Di sana dia bekerja di Perusahan Kayu Lapis.
Keluarga Merry Grace berusaha untuk mencari tahu keberadaan Mery. Mereka sempat mendapat surat dari Mery bahwa dia sudah pindah tugas ke tempat jauh seperti Kalimantan lalu pindah k e Bandung. Mereka hanya dapat surat, tidak pernah mendapat telepon langsung dari Merry Grace. Di kemudian hari diketahui ternyta surat itu ditulis oleh Herman Jumat Masan.
Ketika di Kalimantan Herman bekenalan dengan seorang perempuan dari Flores Timur atau Dia berjanji menikahinya tetapi ternnyata tidak jadi. Sebelumnya, Herman Jumat dan perempuan itu pernah ziarah ke kuburan Merry Grace di Wisma TOR di Lela, Sikka, NTT. Di sana dia meminta maaf ke Merry Grace dan kedua bayi mereka. Herman mendapat banyak uang dari perempuan yang rencana dia nikahi namun batal. Sebelumnya tahun 2010, Perempuan ini membantu banyak duit untuk pembangunan rumah mereka Herman Jumat di Lamahelan, Adonara. Pernikahan Herder dengan perempuan ini batal karena orang tua Herder tidak setuju dengan perempuan ini menikah dengan Herder. . Karena merasa sakit hati, perempuan ini melaporkan kasus herman ke pihak Keuskupan Larantuka lalu ke kapores Sikka di Maumere. Tahun 2022 , ketika keluarga Mary Grace yang bertugas sebagai misionaris di Philipina datang untuk berlibur, yakni Pater Pit Payong, SVD perempuan ini membuka masalah ini kepadanya. Lalu Pater Piet bersama keluarga dan aparat kepolisian berusaha menguak maslah ini. Sebelumnya Pater Pit Payong berkonsultasi dengan pemuka Adat di Adonara untuk mengadakan upacara adat Bau Lolon. Ritual adat ini diselenggarakan pada akhir 2012. BAU LOLONadalah RITUAL ADAT DI adonara, ntt UNTUK MEMASTIKAN (mendapat wangsit) apakah SESEORANG yang hilang MASIH HIDUP ATAU SUDAH MATI. dALAM KASUS MERRY GRACE, TERNYATA DIA SUDAH MENINGGAL. Atas dasar ini mereka memiliki alasan yang kuat untuk mengadukan masalah ini ke ranah hukum. Atas dasar informasi dari perempuan yang merupakan pacaran Herder, kepolisian melakukan penggalian di Wisma TOR Lela pada 27 Januari 2013. . Mereka mendapatkan tulang Mery Grace dan kedua anaknya. Selain tulang belulang, juga ada kawat gigi dan cincin emas Mery yang masih utuh. Atas dasar bukti ini, kepolisian Sikka segera berkoordinasi dengan kepolisian di Kutai Kertanegara untuk menangkap Herman Jumat di Kalimantan dan membawanya ke Sikka untuk diadili. Dalam perjalanan waktu, proes pengadilanpun berlangsung. Keluarga Merry datang ke Pengadilan Maumere menggunakan 4 truk untuk mengikuti sidang pengadilan kasus pembunuhan 3 orang ini. Pengadilan Negeri Maumere menjatuhkan hukjuman Penjara Seumur Hidup kepada Herman Jumat Masan. Namun, Herman tidak terima. Ia naik banding tetapi ditolak tetapi kemudian dia mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung . Pada 2023, Mahkamah Agung memvonisnya hukuman mati. Menurut Hakim, Herder terbukti melakukan pembunuhan. dan menyembunyikan jasad Mery dan kedua bayinya. Menurut Hakim Agung Prof Dr. Gayus Lumbun, sebaiknya Herman Jumat sebaiknya mundur sebagai pasor dan mengawini Merry grace. Ada contohnya. Di Jawa Timur, ada pemuka agama yang keluar lalu menikahi perempuan yang di selingkuhi. Dalam kasus ini Herrder seyognyanya mundur dari jabatan sebagai pastor dan menikahi Maerry and hidup secara wajar., Herman selalu pemuka agama harus melindungi nyawa orang, bukannya membunuh atau menghabisinya. Herder dan pengacqrq ini tidak menerima vonis hukuman mati. Mereka melakukan Peninjauan Kembali (PK). Mereka menemukan novum baru, yakni adanya infus di kubur galian tempat Mery Grace dimakamkan. Botol infus ini dijadikan bukti oleh mereka untuk mengatakan bahwa Herder mau menolong Merry Grace dan tidak berniat membunuhnya. Alhasil di PK, Mahkamah Agung hakim memutuskan vonis penjara seumur hidup untuk herder, bukan hukumanan mati.
Herder merupakan pasor pertama di Indonesia yang divinis hukuman mati meski kemudian vonis itu diubah menjadi penjara seumur hidup.
JPS, 25 Juni 2024.
PATER PIT PAYONG, svd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar