Senin, 24 Juni 2024

KISAH GELAP KAUM BERJUBAH

 KISAH GELAP KAUM BERJUBAH


https://www.youtube.com/watch?v=oLEQLeIgXBQ

HERMAN JUMAT MASAN (hERDER)  MERUPAKAN  IMAM kEUSKUPAN lARANTUKA. sAAT  MASIH  FRATER (CALON IMAM)  DIA BERKENALAN  Yosefin Karedok Payong  atau   MARRY GRACE YNAG SAAT  ITU MENYANDANG STATUS SEBAGAI BIARAWATI YANG SEDANG  STUDI fILSAFAT DI STFK Ledalero Maumere, Sikka NTT.  Herman Jumat Masan dan Mary Grace sama-sama  berasal dari   Pulau Adonara.  Studi mereka di STFK Ledalero  berjalan lancar. Herman Jumat Masan menjadi Pastor lalu ditempatkan  sebagai pembina Fratres  Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, SIkka. Merry Grace  bekerja di Lela  juga.  Jalinan cinta  meraka  semakin   menguat.  Mereka  brdua  kawin  dalam situasi Herman Jumat Masan masih berstatus pastor (romo). Dalam Gereja Katolik, pastor (romo) ada janji selibat (tidak kawin).  Tapi Herman Jumat Masan menabrak aturan ini.  Dia  nekad mengawini Mery Grace hingga  hamil. Mery  Grace meminta Herman Jumat Masan untuk menikahinya  tetapi  Herman Jumat  tidak  mau. Dia tetap mau  menjadi imam (pastor).  Merrka  membina  hubungan  gelap. Hasil  hubungan   cinta gelap ini, tahun 1998  Mary Grace hamil. Dia  melilitkan perutnya dengan Stagen  biar  tidak diketahui orang.   Tiba saatnya  bagi Meery Grace  untuk  melahirkan. Dia melahirkan di kamar  mandi. Bayinya maninggal. Herman menguburkannya di taman bunga Wisma TOR.  Beberapa  waktu kemudian, Maerry  hamil lagi. Merry meminta  Herman untuk bertangung jawab agar dia  Herman keluar dan menikahinya, tetapi herman tidak mau.   Dalam situasi yang  yang  tidak nyaman Pada 1 Maret 2022, , Merry melahirkan di kamarnya Herman Jumat Masan.  Bayi itu  meninggal, Merry tidak ditolong secara maksimal, alhasil  dia meninggal  juga. Bayi dan Mery  lagi-lagi dikuburkan di taman  bunga Wisma TOR Lela. Jarak antara  TOR lela  dengan RS Lela  tidak jauh, sekitar 500 meter  saja. Tetapi Herman sengaja  tak mengantar Mery ke sana  supaya  hubungan mereka  tidak diketahui  orang. Merypun meninggal. Hemrman menguburkannya di  taman  bunga   yang sama. Waktu terus berjalan. Tahun  2006, Herman Jumat pindah tugas  ke  Hokeng, mengurus  perusahan Kopi milik Keuskupan Larantuka.  Dia  menjual kopi -kopi itu  ke Maumere.  Herman ternyata menggelapkan uang keuskupan Larantuka  hingga ratusan juta. .  Dia kemudian dipindahkan ke Paroki Kalikasa. Pulau Lembata.  Hrman mrerasa tidak  tenang . Jiwanya selalui dihantui oleh Merry Grace and kedua anaknya yang  sudah meninggal karena  tindakan kejinya. Dia kahirnya keluar dari imam dan merantau  ke Kalimantan, Kabupaten Kutai , Kalimantan Timur. . Di sana  dia  bekerja di Perusahan Kayu Lapis. 

Keluarga Merry Grace  berusaha  untuk mencari tahu  keberadaan Mery. Mereka  sempat  mendapat surat dari Mery bahwa  dia  sudah pindah  tugas ke tempat jauh seperti Kalimantan lalu pindah k e Bandung. Mereka  hanya  dapat  surat, tidak pernah mendapat telepon langsung dari Merry Grace. Di kemudian hari diketahui ternyta  surat itu ditulis  oleh Herman Jumat Masan.

Ketika di Kalimantan  Herman bekenalan dengan seorang perempuan dari Flores Timur atau Dia  berjanji menikahinya tetapi ternnyata  tidak jadi. Sebelumnya,  Herman Jumat dan perempuan itu  pernah ziarah ke  kuburan Merry Grace di Wisma TOR di Lela, Sikka, NTT. Di sana  dia meminta maaf ke Merry Grace dan kedua bayi mereka.  Herman mendapat  banyak uang dari perempuan yang rencana dia  nikahi namun  batal. Sebelumnya tahun 2010,  Perempuan ini membantu   banyak  duit  untuk pembangunan rumah mereka Herman Jumat di  Lamahelan, Adonara. Pernikahan Herder dengan perempuan ini batal karena orang tua Herder tidak setuju dengan perempuan ini menikah dengan Herder. .   Karena  merasa  sakit  hati, perempuan ini melaporkan kasus  herman ke pihak Keuskupan Larantuka lalu  ke kapores Sikka di Maumere.  Tahun 2022 , ketika keluarga Mary  Grace yang bertugas  sebagai misionaris di Philipina datang untuk berlibur, yakni  Pater Pit Payong, SVD  perempuan ini membuka masalah ini  kepadanya. Lalu Pater Piet bersama   keluarga dan aparat kepolisian berusaha  menguak maslah  ini.  Sebelumnya  Pater Pit Payong   berkonsultasi dengan  pemuka Adat di  Adonara  untuk mengadakan upacara  adat   Bau Lolon. Ritual adat ini  diselenggarakan pada akhir 2012.  BAU  LOLONadalah RITUAL ADAT DI adonara, ntt   UNTUK MEMASTIKAN (mendapat wangsit)  apakah  SESEORANG  yang hilang  MASIH  HIDUP ATAU SUDAH  MATI.  dALAM KASUS  MERRY GRACE,  TERNYATA  DIA  SUDAH  MENINGGAL.  Atas  dasar ini mereka memiliki alasan yang  kuat  untuk  mengadukan masalah ini ke ranah hukum. Atas  dasar informasi dari perempuan yang merupakan pacaran Herder, kepolisian melakukan penggalian di Wisma TOR Lela pada 27 Januari 2013. . Mereka  mendapatkan tulang  Mery Grace  dan kedua anaknya. Selain tulang belulang, juga ada kawat gigi dan cincin emas  Mery yang masih utuh.   Atas  dasar bukti ini, kepolisian Sikka  segera berkoordinasi dengan kepolisian di Kutai Kertanegara   untuk  menangkap Herman  Jumat  di Kalimantan dan membawanya  ke Sikka untuk diadili.  Dalam perjalanan waktu, proes pengadilanpun berlangsung.  Keluarga  Merry  datang ke Pengadilan  Maumere menggunakan 4 truk untuk mengikuti  sidang pengadilan kasus pembunuhan 3 orang ini.  Pengadilan Negeri Maumere menjatuhkan hukjuman Penjara Seumur Hidup kepada Herman Jumat Masan. Namun,  Herman  tidak terima. Ia  naik banding  tetapi ditolak  tetapi kemudian  dia  mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung . Pada  2023, Mahkamah Agung  memvonisnya  hukuman  mati.  Menurut Hakim, Herder terbukti  melakukan pembunuhan.  dan menyembunyikan jasad Mery dan kedua bayinya.   Menurut Hakim  Agung Prof Dr.  Gayus Lumbun,  sebaiknya Herman Jumat  sebaiknya  mundur sebagai pasor  dan mengawini Merry grace. Ada   contohnya. Di Jawa Timur, ada pemuka  agama yang  keluar lalu menikahi perempuan yang di selingkuhi.  Dalam kasus ini Herrder seyognyanya  mundur dari  jabatan sebagai pastor   dan menikahi Maerry  and  hidup secara  wajar., Herman selalu pemuka agama  harus  melindungi nyawa orang, bukannya  membunuh atau menghabisinya.   Herder dan pengacqrq ini  tidak menerima  vonis hukuman mati. Mereka melakukan Peninjauan Kembali (PK). Mereka  menemukan novum baru, yakni adanya infus di kubur galian tempat Mery Grace dimakamkan.  Botol  infus ini dijadikan bukti oleh mereka  untuk mengatakan bahwa  Herder mau menolong Merry  Grace  dan tidak  berniat membunuhnya. Alhasil di PK, Mahkamah Agung    hakim memutuskan vonis   penjara seumur  hidup untuk herder, bukan   hukumanan mati. 


Herder merupakan  pasor pertama  di Indonesia  yang divinis hukuman mati  meski kemudian  vonis itu diubah menjadi penjara seumur   hidup. 


JPS, 25 Juni 2024. 







PATER PIT PAYONG, svd






Tidak ada komentar:

Posting Komentar