Rabu, 20 Februari 2019

SKANDAL USKUP

2019/12/05 11:16:45 WIB

Dituduh Tutup-tutupi Pelecehan Seks Para Pastor, Uskup di AS Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 2 dari 2
Dituduh Tutup-tutupi Pelecehan Seks Para Pastor, Uskup di AS MundurRichard Malone (AP Photo/Frank Franklin II)

Sebagian besar tuduhan berasal dari sebelum tahun 2002 dan beberapa tuduhan terjadi sekitar lebih dari 70 tahun lalu.

Malone yang menjabat sebagai Uskup sejak tahun 2012 ini, memutuskan pensiun dua tahun lebih awal. Dia menjelaskan bahwa umat Katolik di Buffalo akan 'lebih baik dilayani oleh seorang uskup baru yang mungkin lebih mampu melakukan rekonsiliasi, pemulihan dan pembaruan yang dibutuhkan'.

"Saya telah mengakui, dalam banyak kesempatan, kesalahan-kesalahan yang saya lakukan dalam tidak menangani lebih cepat masalah-masalah personel, yang dalam pandangan saya, membutuhkan waktu untuk memilah detail-detail yang rumit terkait perilaku antara warga dewasa," ucapnya.


Malone dituduh menyembunyikan dokumen-dokumen soal para pastor yang terseret kasus pelecehan seksual, demi meminimalisir dampaknya pada gereja. Malone juga dilaporkan sempat terekam menyatakan keengganan dalam mencopot salah satu pastor yang dituduh atas pelecehan seksual.

Dalam pernyataan resmi, Vatikan menyatakan Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Malone dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal itu.
(nvc/ita)








Kamis 21 Februari 2019, 07:39 WIB

Perjuangan Biarawati Katolik Melawan Kekerasan Seksual di India

https://news.detik.com/dw/d-4437262/perjuangan-biarawati-katolik-melawan-kekerasan-seksual-di-india
Deutsche Welle (DW) - detikNews
Perjuangan Biarawati Katolik Melawan Kekerasan Seksual di India
New Delhi - Sekelompok biarawati Katolik India menuduh seorang uskup yang berpengaruh perkosa rekan mereka. DW berbicara dengan pemimpin kelompok biarawati tentang bagaimana gereja halangi upaya mereka untuk mendapatkan keadilan.
Tahun lalu Suster Anupama dan empat rekannya dari paroki Misionaris Yesus di negara bagian Kerala, India memimpin protes menuntut penangkapan Uskup Franco Mulakkal, 54, seorang anggota senior klerus Katolik Roma dan kepala keuskupan Jalandhar.
Mulakkal dituduh memperkosa seorang biarawati Katolik sebanyak 13 kali antara tahun 2014 dan 2016. Kasus ini sedang disidangkan di pengadilan.
Bulan lalu, Anupama dan kawan-kawannya seharusnya dipindahkan dari biara mereka di Kuravilangad, tetapi perintah pemindahan dicabut beberapa minggu setelah dikeluarkan. Perintah transfer telah memicu spekulasi bahwa mereka dihukum karena protes.
Kasus ini menyebabkan geger di seluruh India. Di negara bagian Kerala, di mana dari 35 juta penduduknya 18% beragama Kristen, kasus ini memiliki makna khusus karena gereja memainkan peran penting dalam merintis lembaga pendidikan dan perawatan kesehatan.
Suster Anupama adalah juru bicara kelompok biarawati yang menentang pelecehan seksual. Ia berbicara kepada DW tentang tantangan yang dia dan teman-temannya hadapi dalam menangani kejahatan seksualdan membawa terdakwa ke pengadilan.
Baca juga: Perempuan Muslim Konservatif Galang Petisi Tolak RUU Anti Kekerasan Seksual
DW: Apakah sulit untuk berjuang melawan tokoh agama Kerala yang berpengaruh?
Suster Anupama: Ya, itu merupakan tantangan dan kami menghadapi beberapa momen sulit. Setelah protes bersejarah dengan forum Save Our Sisters (SOS) di Lapangan Vanchi di kota Kochi tahun lalu untuk menuntut agar Uskup Franco Mulakkal ditangkap, kami berada di bawah pengawasan. Surat pemindahan yang dikeluarkan kepada kami adalah tindakan balas dendam oleh badan gereja Katolik. Dan seandainya kami pindah, hidup kami akan terancam, tanpa jaminan perlindungan dari pihak berwenang. Semua ini bertujuan untuk menghukum kami karena kami berbicara menentang uskup.
Apakah ada tekanan terhadap Anda dan biarawati lainnya?
Ada tekanan tapi terselubung. Gerakan kita terkadang terbatas; uang yang diberikan kepada kami sangat sedikit dan kami diawasi. Jadi jelas, kami tidak bisa hidup bebas dan selalu waspada.
Kami dicela dan diminta untuk meninggalkan upacara pemakaman pastor Kuriakose Kattuthara yang meninggal misterius tahun lalu. Pastor Kattuthara mendukung kami dalam kasus melawan Uskup Mulakkal.
Apakah Anda pikir gereja berupaya untuk menutupi kasus ini?
Gereja Katolik di Kerala menghadapi krisis yang nyata, tetapi alih-alih mereformasi dan membiarkan kebenaran menang, gereja menggunakan taktik pengucilan, pencemaran nama baik, pembunuhan karakter dan kasus-kasus palsu untuk menyerang kami.
Kami semua berada di sisi kebenaran dan yang kami inginkan adalah tempat yang aman dan terjamin untuk para biarawati. Selama dua tahun terakhir, ada banyak kasus imam Katolik di negara bagian ini yang dituduh melakukan kekerasan seksual. Perjuangan kami adalah untuk para saudari kami yang menderita dalam kesunyian dan kami akan melanjutkan kampanye kami sampai mereka semua mendapatkan keadilan.
Baca juga: Tagar "MeToo" - Tingkatkan Kesadaran bagi Kekerasan Seksual
Awal bulan ini, Dewan Uskup Katolik Kerala mengeluarkan seperangkat pedoman yang menyatakan kebijakan "tidak ada toleransi" untuk pelecehan seksual. Apa pendapat Anda tentang itu?
Daftar "hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan" tidak cukup. Waktu dirilisnya pedoman juga dipertanyakan. Kami membutuhkan sistem yang berfungsi. Yang kami perjuangkan adalah mekanisme pengaduan yang transparan dan bisa diterapkan, sehingga semua orang merasa aman.
Lebih dari 100 uskup senior Katolik Roma dari seluruh dunia akan berkumpul Kamis di kota Roma untuk menghadiri pertemuan puncak yang diminta Paus Fransiskus untuk membahas pelecehan seksual oleh pendeta. Apa pendapat Anda tentang pertemuan itu?
Saya menyambut inisiatif itu dan berharap sesuatu yang konkret muncul dari pertemuan. Ada banyak contoh pelecehan seksual di seluruh dunia Katolik, tetapi tujuan akhirnya adalah untuk menghilangkan momok pelecehan dan oleh karena itu, penting untuk mendidik para uskup tentang masalah pelecehan dan bagaimana menanganinya dengan benar. Fakta bahwa Paus mengadakan pertemuan tentang itu menunjukkan bahwa masalah ini adalah masalah yang serius.
Apakah Anda punya harapan dari pertemuan ini?
Masalahnya harus dibahas secara mendalam dan tanpa rasa takut. Wahyu tentang eksploitasi dan penyalahgunaan di balik tembok-tembok gereja telah runtuh. Ini tidak harus difokuskan hanya pada negara-negara Barat tetapi di mana pun. Langkah-langkah tegas diperlukan untuk menerapkan praktik-praktik yang melindungi mereka yang rentan dan membawa keadilan bagi para korban.
Apakah Vatikan menawarkan bantuan atau dukungan setelah krisis ini meletus di Kerala?
Kami berharap mendapat dukungan dari Paus, tetapi tidak ada utusan yang dikirim untuk menginvestigasi insiden ini. Ini adalah kasus yang menerima banyak publisitas. Perjuangan kami akan terus berlanjut. Kami tidak akan pergi ke mana pun sampai kasus ini selesai dan sampai saudari kami mendapat keadilan. Kami tidak akan meninggalkan tempat ini.
Wawancara dilakukan oleh Murali Krishnan di New Delhi.



Kardinal George Pell Dinyatakan Bersalah Melecehkan 2 Bocah Laki-laki

 https://news.detik.com/bbc-world/d-4444007/kardinal-george-pell-dinyatakan-bersalah-melecehkan-2-bocah-laki-laki
BBC World - detikNews
Kardinal George Pell Dinyatakan Bersalah Melecehkan 2 Bocah Laki-laki Kardinal George Pell, bendahara Takhta Suci Vatikan. (Getty Images)
Melbourne - Kardinal GeorgePell dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran seksual di Australia, menjadikannya sebagai pejabat Vatikan tertinggi yang mendapat vonis semacam itu.Pell, sebagaimana terungkap dalam pengadilan, melecehkan dua bocah laki-laki anggota paduan suara di beberapa ruangan di Katedral Melbourne pada 1996.
Vonis itu dijatuhkan pada Desember 2018 lalu, namun baru bisa dilaporkan oleh media massa saat ini karena alasan hukum. Pell sendiri mengaku tidak bersalah.
Sebagai bendahara Takhta Suci Vatikan, kardinal berusia 77 tahun itu merupakan salah satu pejabat paling berkuasa di Gereja Katolik.
Persidangannya digelar dua kali tahun lalu karena panel juri yang pertama gagal mencapai keputusan.
Adapun panel juri kedua memutuskannya bersalah mempenetrasi secara seksual bocah berusia di bawah 16 tahun. Empat dakwaan lainnya berkaitan dengan perbuatan tidak pantas terhadap bocah berusia di bawah 16 tahun.
Hukuman terhadap Pell akan diumumkan pada Rabu (27/2).
Kasus ini mengemuka manakala Paus Fransiskus berupaya menangani rangkaian kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh sejumlah pastor di berbagai belahan dunia.
Selama ini Gereja Katolik dituduh menutup-nutupi kasus-kasus tersebut.
Apa yang terungkap dalam persidangan? Sebagaimana dipaparkan dalam persidangan, Pell baru satu tahun menjabat sebagai Uskup Agung Melbourne pada 1996 tatkala dia mendapati beberapa bocah pria di ruangan-ruangan katedral seusia misa.Setelah mengatakan bahwa mereka akan mendapat masalah karena menenggak minuman anggur untuk komuni, Pell memaksa setiap bocah melakukan perbuatan tidak senonoh.
Hal ini dituturkan salah seorang korban. Korban lainnya telah meninggal dunia.
Seorang anggota juri menolak argumen pengacara Pell, Robert Richter QC, bahwa tuduhan-tuduhan ini hanyalah karangan para korban.
George Pell
Kasus Pell dikawal sejumlah polisi ketika menghadiri sidang di Melbourne pada Mei 2018. (Getty Images)


Apa komentar Pell?
Kardinal George Pell dikutip mengeluarkan pernyataan pada 2017 lalu: "Saya tidak bersalah di semua dakwaan ini. Seluruh tuduhan itu palsu. Seluruh gagasan pelecehan seksual itu sangat menjijikkan bagi saya."Di tengah proses persidangan di Melbourne, Pell mendapat perpanjangan masa cuti dari Vatikan.

Mengapa vonis kasus ini sempat dirahasiakan? Pada Mei lalu, hakim merilis putusan yang mencegah media melaporkan proses sidang dan vonis.
Putusan ini dimaksudkan mencegah sidang lainnya dipengaruhi oleh laporan media. Sejumlah media Australia sempat menggugat putusan ini dengan alasan bahwa kasus mengenai Pell menyangkut kepentingan publik. Namun, pengadilan menolaknya.
Vonis baru bisa dilaporkan setelah sidang lainnya terkait kasus Pell pada era 1970-an, tidak berlanjut lantaran jaksa penuntut menggugurkan gugatan.

Rabu 27 Februari 2019, 11:04 WIB

Menunggu Keputusan Vatikan terhadap Kardinal George Pell

 https://news.detik.com/abc-australia/d-4445785/menunggu-keputusan-vatikan-terhadap-kardinal-george-pell
ABC Australia - detikNews
Menunggu Keputusan Vatikan terhadap Kardinal George Pell
Roma - Di Vatikan, Italia, keputusan bersalah terhadap Kardinal George Pell merupakan pertanda bahwa masalah pelecehan seksual yang dilakukan para pastor Katolik di banyak negara sekarang menjadi hal yang mendesak untuk ditangani Vatikan.
Kardinal Pell adalah pejabat paling senior Gereja Katolik yang sejauh ini dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Dan hal ini juga merupakan hal yang belum pernah ditangani oleh Vatikan sebelumnya.
Baru-baru ini Kardinal di Amerika Serikat Theodore McCarrick dikeluarkan dari gereja karena kasus pelecehan seksual, namun kasus ini tidak dibawa ke pengadilan.
Apakah Pell akan menerima nasib yang sama seperti McCarrick?
Joshua McElwee, koresponden media Katolik National Catholic Reporter yang bertugas di Vatikan mengatakan itu bisa saja terjadi.
"Ini untuk pertama kalinya terjadi pada pejabat Vatikan, dan jelas ini akan membuat Paus mendapat sorotan tajam mengenai bagaimana dia menangani kasus tersebut." katanya.
"Pell bisa saja akan diadili secara gereja di Roma dan mungkin saja dicabut semua haknya sebagai pastor — seorang tokoh yang sejauh ini merupakan satu-satunya Kardinal dari Australia, tokoh paling penting dalam Gereja di Australia."
Cardinal George Pell arrives at the County Court in Melbourne, Tuesday, February 26, 2019.
Gereja Katolik tidak akan mendikusikan status Kardinal Pell sampai semua proses peradilan selesai. (AAP: Erik Anderson)

Untuk saat ini, Gereja Katolik tidak akan membicarakan kemungkinan untuk memberhentikan Kardinal Pell, sampai seluruh proses peradilan di Melbourne berakhir.
Namun Tahta Suci sudah mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus sudah menerapkan beberapa pembatasan untuk Kardinal berusia 77 tahun tersebut, atas permintaan gereja di Australia.
Dia sudah dilarang untuk memimpin misa untuk umat dan tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan anak-anak.
Juru bicara Vatikan Alessandro Gisotti menggambarkan keputusan pengadilan sebagai hal "yang menyedihkan' dan menambahkan bahwa "hal itu membuat banyak orang terkejut."
Apakah Paus akan memberhentikan kardinal karena pelecehan seksual?Paus bisa memberhentikan pastor yang dituduh melakukan tindak kriminal di dalam gereja dan masyarakat, proses pemberhentian itu dalam bahasa Inggris disebut "defrocked".
Hal itu sudah terjadi di bulan Februari ini terhadap Theodore McCarrick dari Amerika Serikat.
Pria berusia 88 tahun ini menjadi kardinal pertama yang dipecat atas tuduhan pelecehan seksual, hal yang juga bisa berlaku untuk Kardinal Pell.
Kasus McCarrick diajukan kepada sebuah Kongregasi di dalam gereja, yang memiliki kuasa untuk menyelidiki kasus pelecehan seksual yang dilakukan para pastor.
Kongregasi itu kemudian memutuskan untuk memberhentikan McCarrick, dari semua tugas kepastoran, keputusan yang didukung oleh Paus.
McCarrick tidak boleh lagi memimpin misa, dan melakukan tugas kepastoran lainnya, dan hukuman tersebut mendapat sambutan positif dari para korban.
Gereja Katolik juga tidak lagi bertanggung jawab untuk memberikan perumahan, bantuan keuangan dan layanan kesehatan kepada McCarrick.
Namun menurut kepercayaan Katolik, bahkan pastor yang sudah diberhentikan oleh gereja tetaplah seorang pastor.
Vatican spokesman Alessandro Gisotti at a press conference.
Juru bicara Vatikan Alessandro Gisotti menggambarkan keputusaan pengadilan sebagai hal yang 'menyakitkan". (Reuters: Remo Casilli)

Pentahbisan seseorang menjadi pastor mengubah orang itu secara spiritual dan hal tersebut tidak bisa diubah.
ApakahPell masih bisa melanjutkan tugasnya di Vatikan?Masa jabatan lima tahun sebagai menteri ekonomi di Vatikan bagi Pell berakhir bulan ini, dan juru bicara Vatikan Gisotti mengatakan bahwa Kardinal Pell tidak lagi bertugas untuk jabatan tersebut.
Namun dia masih menjadi salah satu dari 223 kardinal, menjadi anggota Dewan Kardinal.
Di Vatikan, Kardinal Pell memiliki pengaruh penting, khususnya dalam beberapa tahun terakhir ketika bertugas sebagai kepala bagian keuangan Vatiikan.
Dia mengambil cuti panjang di tahun 2017 untuk kembali ke Australia guna menghadapi persidangan.
Joshua McElwee wartawan National Catholic Reporter mengatakan kepada ABC News bahwa selama di Vatikan, Kardinal Pell banyak tidak disukai oleh birokrasi Vatikan yang dikenal dengan nama Curia, karena beberapa reformasi yang dilakukannya.
"Dia agak mirip dengan anjing bulldog, dia tidak bisa berbaur baik dengan staf lain di Vatikan, namun dia mendapat banyak pujian dari reformasi yang dilakukannya." kata McElwee.
Dalam hirarki Katolik, kedudukan Kardinal hanya satu posisi di bawah Paus, dan pengangkatannya biasanya berlaku seumur hidup.
Pope Francis attends the opening of a meeting of Rome's diocese.
Dalam hirarki Gereja Katolik, Kardinal hanya satu tingkat di bawah Paus. (Reuters: Tony Gentile)


Vatikan Selidiki Pelecehan Seks Anak yang Dilakukan Kardinal George Pell

 https://news.detik.com/abc-australia/d-4447649/vatikan-selidiki-pelec
ABC Australia - detikNews
Vatikan Selidiki Pelecehan Seks Anak yang Dilakukan Kardinal George Pell Pengadilan Vatikan akan menyelidiki George Pell, yang bisa menyebabkannya dirinya dipecat. (Reuters: Max Rossi)
Vatikan - Otoritas Vatikan membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kardinal George Pell atas pelanggaran seksual terhadap anak yang dilakukan di Australia.
Langkah itu bisa membuat ulama Katolik paling senior di Australia ini diberhentikan dari imamat.
George Pell, 77 tahun, telah ditahan untuk pertama kalinya atas lima pelanggaran seksual terhadap anak, dimana dia sudah dinyatakan bersalah bulan Desember lalu setelah dia membatalkan usaha untuk bisa ditahan luar di pengadilan hari Rabu (27/2/2019).
"Setelah vonis bersalah dalam kasus pertama mengenai Kardinal Pell, Kongregasi untuk Doktrin Kepercayaan (CDF) saat ini akan menangani kasus tersebut mengikuti prosedur dan dalam waktu yang ditentukan oleh norma kanonik," kata juru bicara Vatikan Alessandro Gisotti.
Berita tentang vonis terhadap George Pell ini dirilis hanya dua hari setelah Paus Francis mengadakan pertemuan bersejarah tentang pelecehan seksual anak oleh para pendeta.
Analis veteran Vatikan Gerard O'Connell mengatakan penyelidikan ini adalah "perkembangan yang sangat besar" dan sebuah pertanda bahwa Gereja Katolik menganggap kasus yang menimpa George Pell.
"Saya pikir [keputusan] jelas telah diambil oleh Paus," katanya.
"Sangat jelas mereka tidak dapat mengabaikan apa yang ada di mata publik dan mereka tidak dapat mengabaikan bahwa pengadilan di Australia telah menghukumnya atas lima kejahatan serius."
George Pell dipromosikan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2014 untuk bertugas di Vatikan, dan merupakan tokoh yang berpengaruh di Roma sampai ia diberhentikan dari Dewan Penasihat Kardinal bulan Oktober.
Dewan ini mirip dengan kabinet Paus dan juga dikenal sebagai Kelompok Sembilan.
Pell telah mengambil cuti tanpa batas dari perannya sebagai kepala Sekretariat Vatikan untuk Ekonomi, peran yang oleh media Vatikan tidak akan dijabat lagi setelah berakhirnya masa jabatan lima tahunnya bulan ini.
Kongregasi untuk Ajaran Iman
Kongregasi untuk Ajaran Iman akan menangani penyelidikan terhadap George Pell. (ABC News: Bridget Brennan)

Kasus yang melibatkan Kardinal George Pell ini akan dirujuk ke CDF, salah satu badan yurisdiksi di dalam Vatikan yang dapat menyelidiki kasus-kasus pelecehan di lingkungan para uskup.
O'Connell, yang menulis untuk majalah berita Katolik Amerika, mengatakan proses itu bisa berjalan sebagai salah satu dari dua cara.
"Entah proses administrasi yang merupakan proses yang lebih cepat jika informasinya sangat jelas dan ada sedikit pertanyaan, atau mereka akan melakukan pengadilan yang lebih deliberatif," katanya.
Jika Pell menghadapi persidangan kanonik, prosesnya akan berlangsung secara tertutup, kata ahli hukum gerejawi dan kebebasan beragama Mark Hill QC.
"Langkah selanjutnya dan kemungkinan besar yang akan ditempuh Gereja Katolik adalah mencabut jabatannya sebagai kardinal, untuk menggunakan istilah dalam bahasa umum," katanya.
"Sebenarnya apa yang akan dilakukannya adalah mekanisme yang akan melucutinya dari status kependetaannya ... jadi dia tidak akan lagi dianggap sebagai seorang imam sama sekali dan dia akan dilucuti statusnya itu dan terus terang, semakin cepat gereja bertindak lebih baik demi membatasi efek kerusakan yang ditimbulkan. "


Selasa 09 Juli 2019, 16:43 WIB

Terseret Skandal Seks di Prancis, Kekebalan Diplomatik Utusan Vatikan Dicabut


Novi Christiastuti - detikNews
Terseret Skandal Seks di Prancis, Kekebalan Diplomatik Utusan Vatikan DicabutIlustrasi (BBC Magazine)
Paris - Vatikan mencabut kekebalan diplomatik yang dimiliki seorang diplomatnya di Prancis. Diplomat Vatikan bernama Luigi Ventura ini sedang diselidiki atas tuduhan pelecehan seksualterhadap sejumlah pria.

Ventura (74) diketahui menjabat sebagai Utusan Paus Fransiskus untuk Prancis atau Apostolic Nuncio untuk Prancis sejak tahun 2009. Jabatan ini memberikannya kekebalan diplomatik. Ventura sendiri juga merupakan seorang Uskup Agung.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/7/2019), Ventura kini tengah menghadapi empat tuduhan pelecehan seksual, termasuk salah satunya tuduhan melecehkan seorang staf junior di Balai Kota Paris pada Januari lalu. Jaksa Prancis pada 7 Maret lalu, mengirim surat untuk meminta Vatikan mencabut kekebalan diplomatik Ventura.


Dalam pernyataan pada pekan ini, Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa kekebalan diplomatik Ventura telah dicabut. Hal ini didasarkan atas surat balasan tertanggal 2 Juli dari Vatikan kepada otoritas Prancis yang diterima akhir pekan lalu.

"Telah menerima konfirmasi dari Takhta Suci bahwa pihaknya telah mencabut kekebalannya (Ventura)," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis.

Pada Februari lalu, jaksa-jaksa Prancis mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki seorang uskup kelahiran Italia atas sebuah insiden yang terjadi di Balai Kota Paris saat Wali Kota Paris Anne Hidalgo menyampaikan pidato tahun baru di hadapan para diplomat, pemimpin keagamaan dan tokoh masyarakat.

Saat pidato disampaikan, seorang staf Balai Kota Paris merasakan tubuh bagian belakangnya diraba beberapa kali. Pihak Balai Kota Paris lantas mengajukan laporan ke pihak berwenang pada 24 Januari lalu dan penyelidikan diluncurkan keesokan harinya.


Sejak penyelidikan dilakukan, dua orang lainnya muncul dan melaporkan insiden serupa, yang melibatkan 'gerak-gerik serupa, tangan di bokong atau paha'. Dua orang ini mengklaim insiden itu terjadi tahun 2018 lalu.

Sebuah laporan terpisah juga diajukan di Ottawa, Kanada oleh seorang pria yang melontarkan tuduhan serupa yang terjadi tahun 2008 saat Ventura masih ditugaskan di Kanada.

Diketahui bahwa sebelum bertugas di Prancis, Ventura pernah ditugaskan ke Brasil, Bolovia dan Inggris. Dia juga pernah menjadi Utusan Vatikan di Pantai Gading, Burkina Faso dan Niger, Chile, lalu Kanada.



Simak Juga 'Paus Fransiskus Usut Skandal Seks dan Korupsi di Vatikan':
_____________________________________________________


Uskup Agung Paris Ajukan Pengunduran Diri kepada Paus Fransiskus, Ada Apa?

https://www.katolikku.com/news/pr-1611923714/uskup-agung-paris-ajukan-pengunduran-diri-kepada-paus-fransiskus-ada-apa

ROMA (Katolikku.com) — Uskup Agung Paris Mgr Michel Aupetit telah mengirim surat kepada Paus Fransiskus yang secara efektif menawarkan untuk mengundurkan diri menyusul laporan tentang hubungan yang dipertanyakan dengan seorang wanita sejak 2012 ketika dia menjadi vikaris jenderal Keuskupan Agung Paris.

Demikian laporan yang ditulis www.ncronline.org, Jumat, 26 November 2021.

Dalam sebuah wawancara dengan La Croix pada 26 November, Uskup Agung Michel Aupetit mengatakan dia telah "menyerahkan tanggung jawab kepada Paus untuk melestarikan keuskupan."

Pernyataannya muncul setelah majalah Prancis 'Le Point' pada 22 November lalu melaporkan ada 'hubungan' yang dipertanyaan antara Aupetit dan seorang wanita. Mgr Michel Aupetit sendiri mengaku memiliki hubungan yang ambigu sebelum dia diangkat menjadi uskup, sementara dengan tegas menyangkal keterlibatan seksual apa pun.

Uskup Michel Aupetit melanjutkan dengan menyatakan bahwa dia akhirnya memberi tahu wanita yang bersangkutan bahwa keduanya tidak boleh memiliki kontak lebih lanjut.

Menyusul laporan itu, Aupetit mengatakan kepada La Croix bahwa meskipun dia tidak secara eksplisit menggunakan kata "pengunduran diri" secara tertulis kepada Paus Fransiskus, namun Paus akan menentukan nasibnya.

"Kata pengunduran diri bukan yang saya gunakan. Pengunduran diri berarti saya melepaskan tanggung jawab saya," kata Aupetit.

"Pada kenyataannya, saya menempatkannya di tangan Bapa Suci, karena dialah yang memberikan tugas (sebagai uskup, red)kepada saya. Saya melakukan ini untuk melestarikan keuskupan, karena, sebagai uskup, saya harus melayani persatuan."

Micthel Aupetit sendiri adalah seorang mantan dokter medis. Ia telah memimpin Keuskupan Agung Paris sejak 2018 setelah menjabat sebagai uskup auksilier Paris dari 2013 - 2014.

Pada 2014, ia diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai uskup pinggiran kota Paris Nanterre, jabatan yang dipegangnya, sampai diangkat untuk memimpin ibu kota Prancis.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menjadi orang yang paling vokal dalam sejumlah masalah bioetika di Prancis, termasuk menentang upaya untuk melegalkan fertilisasi in vitro untuk wanita lajang dan pasangan lesbian, serta euthanasia.

Selama masa jabatannya yang relatif singkat, uskup agung berusia 70 tahun itu telah dipaksa tampil di depan umum secara teratur setelah kebakaran tahun 2019 yang hampir menghancurkan katedral Notre Dame yang ikonik di kota itu.

Namun, di dalam Keuskupan Agung Paris, kepemimpinannya dipertanyakan, menyusul dua pengunduran diri vikjen keuskupan agung dalam kurun waktu empat bulan.

Aupetit saat ini dijadwalkan untuk memimpin Misa untuk konfirmasi orang dewasa di Gereja Saint-Sulpice pada Sabtu, 27 November 2021.

Biografi singkat

Lahir di Versailles (Yvelines) pada 23 Maret 1951, Michel Aupetit dibesarkan di Chaville et Viroflay di bagian barat le-de-France. Dia mengejar karir di bidang kedokteran, dengan studi yang mencakup waktu di Hôpital Bichat [fr] dan Necker Rumah Sakit.

Ia berpraktik kedokteran umum di Colombes dari 1979 hingga 1990. Ia mengajar etika kedokteran dari 1997 hingga 2006 di Center hospitalier universitaire Henri-Mondor di Créteil.

Ia memperoleh gelar doktor kedokteran (Buchat, 1978) dan diploma universitas di etika kedokteran dari fakultas kedokteran Créteil (1994), serta gelar teologi.

Ia kemudian belajar imamat di seminari Paris dan ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Agung Paris pada 24 Juni 1995 pada usia 44 tahun.

Ia menjabat sebagai vikaris pertama Gereja Saint-Louis-en-l'ÃŽle dari 1995 hingga 1998, dan kemudian Saint-Paul-Saint-Louis dari 1998 hingga 2001.

Ia juga menjadi pastor di sekolah menengah dan atas Marais dari 1995 hingga 2001. Dari 2001 hingga 2006, ia ditugaskan di paroki glise Notre -Dame-de-l'Arche-d'Alliance, dan dekan di dekan Pasteur-Vaugirard dari 2004 hingga 2006. ***

***


Resigning as Bishop, Becoming a Husband and Father

MENGUNDUR DIRI  SEBAGAI  USKUP, MENJADI SEORANG SUAMI DAN AYAH

https://www.youtube.com/watch?v=ZraP4UEAidc


Xaviwe Noeal  Golam lahir tahun 1969 di Provinsi Lleida Spanyol.  Ia belajar teknik pertanian di Univeritas Lleida, Spanyol.  Lalu melanjutkan studi Teologi di Univvrsitas Kepausan Gregoriana Roma.  Ia menjadi  imam tahun 1997 dan meraih gelar doktor tahun 2004.  Tahun 2010, pada usia 42 tahun , Ia diangkat oleh Paus Benediktus XVI sebagai Uskup Solsona, menjadikannya Uskup termuda di Spanyol.   Selama menjabat sebagai Uskup  Ia lantang menyuarakan ajaran Gereja Katolkik dalam menentang LGBT, aborsi . Lalu Ia mendukung gerkan kemerdekaan Catalonia.  Tahun 2021, hidupnya berubah drastis,  Ia mengundurkan diri  sebagai Uskup karena alasan pribadi . Paus Fransuskus mengabulkan penunduran dirinya sesuai Kanon 401, artikel 2 Kitab Hukum Kanonik (KHK).  Beberapa tahun kemudian Ia  hidup bersama  Silvia Gaballol  yang berusia  38 tahun, seorang psikolog  penulis novel dewasa kontroversial.  Dia khir November 2021, mereka menikah secara Sipil di Suria dekat Barcelona dengan  dua orang saksi.  Dengan demikian, Novel terkena suspensi otomatis, artinya dia tidak dapat lagi merayakan ekaristi,  mengajar dan menjalankan  fungsi  sebagai Uskup (pastor).  Pada April 2022, Silvia melahirkan anak kembar mereka. Sebelum   mengenal Novel, Silvia sendiri  telah menikah  dan memiliki 3 anak.  Silvia  [ernah tinggal di Maroko, Afrika Utara. . Ia menikah dengan pasangannya yang meruapkan orang Arab. Selama periode ini  Novel sempat bekerja di sebuah perusahan  yang bergerak dalam  produksi hewan, terlibat dalam bisnis  inseminasi buatan  babi.  Momen yang sangat tidak biasa datang pada momen 2024.  Paus Fransiskus memberikan dispensasi khusus, dalam mana mengizinkan Xavier Novel  dan Silvia untuk  menikah secara  Sakramental di Gereja, tepatnya di  Santa Mara de la Guardia  Sagas ,Catalonia.  Izin dari Paus untuk menerimal saramen Perkawinan bukanlah inovasi  besar dalam Hukum Gereja Katolik  tetapi  memang  sesuatu yang jarang terjadi. Vikaris Jenderal Solsona, Mgr.  Marc  Maja  menjelaskan  secara hukum Gereja Novel  tidak menjabat sebagai Uskup lagi, tetapi secata rohani  dia  tetaplah iamam atau bahkan Uskup  karena secara tahbisan  tidak bisa dihapus. Berbagai  media spanyol mentyebut  pernikahan ini sangat tidak biasa.  Pemimpin portal Katolkik yang petama kali membongkar kasus (skandal)  ini   sangat kompleks.  Namun, Ia menilai  Umat Katolik Spanyol lebih bisa memahami persoalan relasi  seksual   dibandingkan  apa yang dibayangkan banyak orang.  Menurutnya, Novel bisa menjelaskan  siatasunya langsng kepada Paus  tanpa perantara.  Paus adalah sosok pemimpin yang peduli pada hal-hal kecil  bukan hanya dampak besar  dari sebuah keputusan . Ia datang sebagai seorang anak yang   meminta bantuan  dan ayahnyanya memberikan bantuan. Gereja terus berjalan dan kita  sebaiknya mendoakan nagi kebaikan pasangan ini. dan anak-anak mereka.  Sementara pihak Kuria  Katolik Solsona  menegaskan bahwa mereka  kini tidak lagi memiliki hubungan  resmi  dengan mantan Uskup tersebut.  Namun statusnya perlu dijelaskan karena pengunduran dirinya  pada Agustus 2021  sempat menimbulkan kegemparan dan kekecewaan besar  pada kalangan umat setempat.  Bagi sebagaian besar orang ini adalah bukti belas kasih  Paus Fransiskus, Namun bagi  yang lain tetap membingungkan karena  Xavier Novell  dulu  dikenal keras dalam soal moral , namun  kahirnya mengambil keputusan yang berbeda  untuk dirinya sendiri.  Satu hal yang jelas, kisah Novel  menunjukkan  bahwa para pemimpin Gerejapun manusia biasa  dengan pergumulan, pilihan  dan konsekwensinya.  Pada akhirnya kisah ini bukan hanya soal skandal tetapi  juaga soal cinta, pengampuanan dan  perjalanan hidup yanbg penuh warna. 




Imam yg bicara keras soal moral tapi mengambil keputusan yg berbeda untuk dirinya sendiri. Jadi ingat mantan imam SJ, bernama JB. Banawiratma, SJ. Seorang imam, dosen, pemulis buku (lebih tepat disebut: senior editor) khususnya teologi. Lebih khusus lagi teologi pastoral, kemasyarakatan. Di usia imamat yg tdk muda lagi, mundur dari imamat. Menikahi Pendeta Yudith Lim yg awalnya teman diskusi, teman berdialog ekumenis hingga akhirnya mjd teman serumah, teman sepelaminan, dan terutama teman tidur. Padahal kalau bicara cukup "ndaki-ndaki". 😂

 JPS,  27 Agustus 2025. 



Kamis, 14 Februari 2019

VALENTINE DAY

VALENTINE DAY

Inspirsi  dari WAG  (JPS, 14 Feb. 2019)


Valentine Day (Hari kasih sayang) dirayakan  pada  tanggal 14 Februari. Apakah alasannya?  Simak Kitab  Bilangan  9:11

Bilangan 9:11

Konteks
TB (1974) ©
SABDAweb Bil 9:11
Pada bulan yang kedua, s  pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit t  haruslah mereka memakannya.
AYT (2018) Mereka harus merayakannya pada waktu sore, hari ke 14 bulan kedua. Mereka harus memakan domba Pesakh dengan roti tidak beragi dan sayur pahit.
TL (1954) ©
SABDAweb Bil 9:11
Pada bulan yang kedua, pada empat belas hari bulan, waktu petang, hendaklah mereka itu menyediakannya serta dimakannya akan dia dengan roti fatir dan kuah yang pahit.
BIS (1985) ©
SABDAweb Bil 9:11
Tetapi perayaan itu harus diadakan satu bulan kemudian, yaitu pada malam tanggal empat belas dalam bulan dua. Rayakanlah hari itu dengan makan domba Paskah beserta roti yang tidak pakai ragi dan sayuran pahit.
MILT (2008) Pada bulan yang kedua, hari yang keempat belas di antara waktu petang, haruslah mereka merayakannya; mereka harus memakannya dengan roti tidak beragi dan sayur pahit.
Shellabear 2011 (2011) Mereka harus merayakannya pada hari keempat belas dalam bulan kedua saat magrib, dan mereka harus memakan kurban Paskah dengan roti yang tak beragi dan sayur pahit.
AVB (2015) Mereka harus merayakannya pada waktu senja hari keempat belas dalam bulan kedua. Hendaklah mereka makan korban Paskah dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit.


 Mengapa  kita  merayakan Hari Valentine?

1 Yohanes 4:8

Konteks
TB (1974) ©
SABDAweb 1Yoh 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. k 
AYT (2018) Orang yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah karena Allah adalah kasih.
TL (1954) ©
SABDAweb 1Yoh 4:8
maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya.
BIS (1985) ©
SABDAweb 1Yoh 4:8
Orang yang tidak mengasihi, tidak mengenal Allah; sebab Allah adalah kasih.
MILT (2008) Siapa yang tidak mengasihi, dia tidak mengenal Allah , karena Allah adalah kasih.
Shellabear 2011 (2011) Orang yang tidak mengasihi, tidak mengenal Allah, karena Allah itu kasih.
AVB (2015) Sesiapa yang tidak mengasihi sesama manusia tidak mengenal Allah kerana Allah itu kasih.


1 Yohanes 3:18

Konteks
TB (1974) ©
SABDAweb 1Yoh 3:18
Anak-anakku, f  marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. g 
AYT (2018) Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan kata-kata atau lidah, melainkan dengan perbuatan dan kebenaran.
TL (1954) ©
SABDAweb 1Yoh 3:18
Hai anak-anakku, jangan kita mengasihi dengan perkataan atau dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dengan sesungguhnya.
BIS (1985) ©
SABDAweb 1Yoh 3:18
Anak-anakku! Janganlah kita mengasihi hanya di mulut atau hanya dengan perkataan saja. Hendaklah kita mengasihi dengan kasih yang sejati, yang dibuktikan dengan perbuatan kita.
MILT (2008) Hai anak-anakku, kita tidak dapat mengasihi dengan perkataan ataupun dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dengan kebenaran.
Shellabear 2011 (2011) Hai anak-anakku, janganlah kita menunjukkan kasih dengan perkataan atau lidah saja, tetapi hendaklah dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
AVB (2015) Anak-anakku, janganlah kasih kita di mulut sahaja. Kita hendaklah kasih-mengasihi melalui perbuatan dan kebenaran yang sejati.



Minggu, 03 Februari 2019

PAUS FRANSUSKUS KUNJUNGI ARAB



Kunjungan ke Irak, Paus Fransiskus Gelar Misa Pertama di Baghdad

https://www.liputan6.com/global/read/4500339/kunjungan-ke-irak-paus-fransiskus-gelar-misa-pertama-di-baghdad


Liputan6.com, Baghdad - Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam kunjungan bersejarahnya di Baghdad, Irak

Pada hari kedua kunjungannya ke Irak, Paus Fransiskus menyampaikan Misa di Katedral Katolik St. Joseph Khaldea di Baghdad tengah.

Paus Fransiskus (84), memimpin liturgi pertamanya dalam Ritus Timur.

Kapasitas kehadiran di gereja pun dibatasi, dengan diberlakukannya pembatasan untuk mencegah Virus Corona COVID-19.

Dalam kesempatan itu, Paus Fransiskus menyampaikan kepada jemaat bahwa bukan orang kaya dan berkuasa yang diberkati "melainkan mereka yang menunjukkan belas kasihan kepada saudara dan saudari mereka," menurut laporan kantor berita Katolik Jerman, KNA.

Patriark Kardinal Louis Raphael I Sako menyebut kunjungan bersejarah Paus Fransiskus itu sebagai "pelukan bagi seluruh Gereja".

Sementara itu, koresponden Vatikan, Joshua McElwee membagikan video Misa yang memperlihatkan sejumlah jemaat menyanyikan himne.

2 dari 4 halaman

Pertemuan Bersejarah dengan Ulama Syiah di Irak

Sebelumnya, Paus Fransiskus berkesempatan melakukan pertemuan bersejarah dengan ulama Syiah di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, di kota suci Najaf.

Paus Fransiskus juga mengunjungi tempat yang diyakini sebagai tempat kelahiran Ibrahim.

Pada Minggu (7/3) waktu setempat, Paus Fransiskus berencana mengunjungi bekas benteng ISIS di Mosul sebelum menuju ke wilayah otonom Kurdi di mana dia akan mengadakan Misa untuk ribuan orang di sebuah stadion sepak bola.

Komunitas Kristen di Irak adalah salah satu yang tertua di dunia dan termasuk Kristen Khaldea, Assyria, Syria-Ortodoks dan Syria-Katolik, serta Protestan.

Meskipun mereka berjumlah sekitar 1,5 juta orang pada awal tahun 2000-an, kekerasan dan konflik agama serta etnis selama dua dekade menyebabkan banyak orang meninggalkan negara itu. Sekarang hanya tersisa sekitar 400.000 orang.


Paus Fransiskus Gelar Misa Pertama di Irak

CNN Indonesia | Minggu, 07/03/2021 05:45 WIB
Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam perjalanannya ke Irak di Baghdad. Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam perjalanannya ke Irak di Baghdad.(REUTERS/YARA NARDI).
 Advertisement Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia -- 

Paus Fransiskus menggelar misa publik pertama dalam perjalanannya ke Irak di Baghdad.

Dilansir dari AFP, ibadah dilakukan di gereja St. Josep, Baghdad tengah. Paus yang berusia 84 tahun tersebut memimpin liturgi pertamanya dalam ritus Timur.

readyviewed Paus Fransiskus bertolak dari Vatikan ke Irak pada Jumat (5/3). Dia pun akan melakukan pertemuan dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani dalam kunjungan bersejarahnya.


Lihat juga:

Mengutip Reuters, Paus diagendakan akan mengunjungi empat kota di Irak yakni ibu kota Baghdad, bekas pertahanan ISIS di Mosul yang menyimpan gereja dan bangunan lain saksi bisu konflik, tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Ur, dan kota suci Najaf.

Menyambut kedatangan Paus, Irak mengerahkan ribuan personel keamanan untuk memberikan pengamanan selama kunjungan. Terlebih Irak digempur serangkaian serangan roket dan bom bunuh diri yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Paus.

(AFP/age)


Paus Fransiskus Akan Temui Ulama Syiah Irak Pertama Kali

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210305152952-134-614248/paus-fransiskus-akan-temui-ulama-syiah-irak-pertama-kali

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 16:37 WIB
Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus akan melakukan pertemuan dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani dalam kunjungan bersejarah pertamanya ke Irak. Paus Fransiskus melakukan kunjungan perdana ke Irak. (Foto: AFP PHOTO / Andreas SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia -- 

Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus akan melakukan pertemuan dengan ulama Syiah, Ayatollah Ali Sistani dalam kunjungan bersejarah pertamanya ke Irak pada Sabtu (6/3).

Paus meninggalkan Vatikan pada hari ini, Jumat (5/3) untuk melakukan kunjungan kepausan pertamanya ke Irak selama empat hari ke depan.

Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama antara Paus dan Sistani, yang selama ini kerap menyampaikan khotbah melalui perwakilannya. Sistani merupakan salah satu ulama Syiah berpengaruh di Irak.


Lihat juga:

Mengutip Reuters, Paus diagendakan akan mengunjungi empat kota di Irak yakni ibu kota Baghdad, bekas pertahanan ISIS di Mosul yang menyimpan gereja dan bangunan lain saksi bisu konflik, tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Ur, dan kota suci Najaf.

"Meskipun ada pergeseran luas dari agama di seluruh dunia, penghormatan terhadap Sistani tidak berubah," kata peneliti dari Brookings Institute, Marsin Alshamary.

"Sistani bukan seorang pendiam, tapi dia juga bukan seorang revolusioner."

Di bawah rezim Saddam Hussein, Sistani pernah menjadi tahanan rumah selama bertahun-tahun.

Baru pada 2003, ia menunjukkan pengaruhnya kepad apublik ketika terjadi kekosongan kepemimpinan di Irak. Dia secara tegas menentang pendudukan Amerika Serika dan berkeras meminta kedaulatan penuh terhadap Irak.

Lihat juga:

Sistani juga berulang kali menyerukan perdamaian dan mengakhiri konflik sektarian Iran dari 2006 hingga 2008.

Pada Juni 2014, dia mengeluarkan dekrit bersejarah yang menyerukan warga Irak mengangkat senjata melawan jihadis Sunni dari kelompok pemberontak ISIS.

Menyambut kedatangan Paus, Irak mengerahkan ribuan personel keamanan untuk memberikan pengamanan selama kunjungan. Terlebih Irak digempur serangkaian serangan roket dan bom bunuh diri yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Paus.

Imam Besar Al-Azhar Puji Kunjungan Paus ke Irak

https://www.republika.co.id/berita/qpjjyu366/imam-besar-alazhar-puji-kunjungan-paus-ke-irak

Sabtu 06 Mar 2021 23:25 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Imam Besar Al-Azhar Puji Kunjungan Paus ke Irak. Imam Besar al-Azhar sekaligus Ketua Dewan Tetua Muslim Ahmed al-Tayeb.

Imam Besar Al-Azhar Puji Kunjungan Paus ke Irak. Imam Besar al-Azhar sekaligus Ketua Dewan Tetua Muslim Ahmed al-Tayeb.

Foto: Arab News
Paus membawa pesan perdamaian dan menghibur minoritas Kristen.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Imam Besar al-Azhar sekaligus Ketua Dewan Tetua Muslim Ahmed al-Tayeb memuji kunjungan Kepala Gereja Katolik Paus Fransiskus ke Irak. Dia menggambarkannya sebagai pertemuan yang bersejarah dan berani.

“Kunjungan saudara saya Paus Fransiskus ke Irak membawa pesan perdamaian, solidaritas, dan dukungan untuk semua orang Irak. Saya berdoa agar dia selalu sukses dalam mencapai apa yang diharapkan, jalan menuju persaudaraan manusia,” kata Ahmed dalam cicitannya.

Paus Fransiskus tiba di Irak dalam kunjungan untuk mengumpulkan komunitas Kristen yang semakin berkurang di negara itu setelah perang selama beberapa dekade. Kunjungan bersejarah Paus telah dibuat selama berbulan-bulan dan merupakan kunjungan kepausan pertama ke Irak.

Baca Juga

Lihat juga:

Satgas: PPKM Mikro Strategi Terbaik Tangani Covid-19

Warga mencuci tangan sebelum memasuki pemukiman saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dia membawa pesan perdamaian dan hidup berdampingan untuk menghibur minoritas Kristen yang ada. Banyak umat Kristen yang melarikan diri dari Irak setelah invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada 2003.

Dilansir Gulf Today, Sabtu (6/3), Paus dan delegasinya mendarat di Irak sebelum pukul 14.00 waktu setempat melalui penerbangan Alitalia dengan bendera Vatikan dan Irak. Menyambut mereka, Irak segera meluncurkan karpet merah di landasan bandara internasional Baghdad. Ratusan orang berkumpul di sepanjang jalan bandara dengan harapan bisa melihat sekilas konvoi Paus. 


___________________

Paus Fransiskus memulai kunjungan bersejarah ke Uni Emirat Arab

 https://www.bbc.com/indonesia/dunia-47106457



  • 3 Februari 2019




  • Hak atas foto Getty Images
    Image caption Paus Fransiskus menjadi paus pertama yang mengunjungi semenanjung Arab, yang juga merupakan rumah bagi sekitar satu juga umat Katolik Roma.

    Paus Fransiskus akan tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Minggu (3/2). Dia merupakan Paus pertama yang mengunjungi semenanjung Arab.
    Kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan tindak lanjut dari undangan putra mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan, untuk ikut serta dalam konferensi antaragama.
    Paus Fransiskus akan menghadiri Misa pada hari Selasa (5/2) mendatang, yang diharapkan akan dihadiri 120.000 orang.
    Kunjungan ini akan diawasi dengan cermat untuk setiap referensi tentang perang di Yaman.
    Sebelumnya, Paus Fransiskus mengutuk konflik itu, di mana UEA terlibat sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi.
    Tahun lalu, Paus mengimbau masyarakat internasional "untuk menghindari memburuknya situasi kemanusiaan yang sudah tragis" di Yaman.
    UEA juga merupakan rumah bagi hampir satu juta umat Katolik Roma, kebanyakan dari mereka berasal dari Filipina atau India.
    Dalam sebuah pesan video pada hari Kamis, Paus berkata: "Saya senang atas kesempatan ini yang Tuhan berikan kepada saya untuk menulis, di tanah Anda, halaman baru dalam sejarah hubungan antar agama.
    "Iman kepada Tuhan menyatukan dan tidak memecah belah, itu membuat kita semakin dekat meskipun ada perbedaan, itu menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian."
    Dia menyebut UEA sebagai "negara yang berusaha menjadi model koeksistensi, persaudaraan manusia, dan tempat pertemuan di antara beragam peradaban dan budaya".
    Sementara di Abu Dhabi, Paus juga akan bertemu Sheikh Ahmed al-Tayeb, imam besar masjid al-Azhar Kairo yang merupakan panutan bagi Muslim Sunni.
    Para pejabat Vatikan mengatakan mereka berharap kunjungan itu akan membuka jalan bagi kehadiran gereja yang lebih kuat di UEA, untuk melayani komunitas Katolik.
    "Kami membutuhkan lebih banyak gereja. Kami membutuhkan lebih banyak imam," kata seorang pejabat, dikutip oleh Reuters.


    __________


    Paus Fransiskus. Paus Fransiskus.(AFP/JOHAN ORDONEZ) ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan, dia segera membuka halaman baru dalam sejarah relasi antaragama dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). "Saya amat gembira...bisa menulis halaman baru relasi antaragama di negara Anda, menegaskan bahwa kita semua bersaudara meski berbeda," kata Paus Fransiskus dalam pesan video untuk rakyat UEA, Kamis (31/1/2019). Dalam pesan yang disampaikan dalam bahasa Italia tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Paus mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Baca juga: Umat Katolik Dubai Antre Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus Sheikh Mohammed mengundang Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan lintas agama untuk membahas persaudaraan manusia pada 3-5 Februari mendatang. Paus menambahkan, kunjungan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu lagi dengan "teman dan saudara tercinta" Sheikh Ahmed al-Tayeb. Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin otorita tertinggi Muslim Suni di Mesir. Kedua pemimpin agama ini pernah bertemu pda 2017. Paus Fransiskus menjadikan perbaikan dan peningkatan hubungan antara Kristen dan Islam sebagai prioritas di masa kepemimpinannya. "Saya percaya pertemuan lintas agama merefleksikan keberanian dan kemauan untuk mengakui bahwa iman kepada Tuhan menjadi sarana persatuan bukan perpecahan, membawa kebersamaan meski berbeda, serta menyingkirkan kekerasan dan kebencian," ujarnya. Paus menambahkan, UEA adalah tempat yang mencoba menjadi model koeksistensi, persaudaraan antarmanusia, serta pertemuan budaya dan peradaban yang berbeda. "Saya menantikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang hidup di masa kini tetapi sudah menyaksikan masa depan," tambah Paus. UAE selalu membanggakan toleransi beragama dan keragaman budayanya. Sudah sejak lama UAE mengizinkan umat Kristen beribadah dan membangun gereja. Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Kembali Singgung Trump soal Tembok Perbatasan Hampir 80 persen warga UAE adalah pemeluk Islam, sedangkan umat Kristen sebanyak 9 persen dari seluruh penduduk negeri itu. Sedangkan sebagian besar umat Katolik negeri itu adalah para pekerja dari Afrika, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab", https://internasional.kompas.com/read/2019/01/31/15341691/paus-fransiskus-lakukan-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab.
    Penulis : Ervan Hardoko
    Editor : Ervan Hardoko

    Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab Ervan Hardoko Kompas.com - 31/01/2019, 15:34 WIB Paus Fransiskus. Paus Fransiskus.(AFP/JOHAN ORDONEZ) ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan, dia segera membuka halaman baru dalam sejarah relasi antaragama dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). "Saya amat gembira...bisa menulis halaman baru relasi antaragama di negara Anda, menegaskan bahwa kita semua bersaudara meski berbeda," kata Paus Fransiskus dalam pesan video untuk rakyat UEA, Kamis (31/1/2019). Dalam pesan yang disampaikan dalam bahasa Italia tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Paus mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Baca juga: Umat Katolik Dubai Antre Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus Sheikh Mohammed mengundang Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan lintas agama untuk membahas persaudaraan manusia pada 3-5 Februari mendatang. Paus menambahkan, kunjungan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu lagi dengan "teman dan saudara tercinta" Sheikh Ahmed al-Tayeb. Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin otorita tertinggi Muslim Suni di Mesir. Kedua pemimpin agama ini pernah bertemu pda 2017. Paus Fransiskus menjadikan perbaikan dan peningkatan hubungan antara Kristen dan Islam sebagai prioritas di masa kepemimpinannya. "Saya percaya pertemuan lintas agama merefleksikan keberanian dan kemauan untuk mengakui bahwa iman kepada Tuhan menjadi sarana persatuan bukan perpecahan, membawa kebersamaan meski berbeda, serta menyingkirkan kekerasan dan kebencian," ujarnya. Paus menambahkan, UEA adalah tempat yang mencoba menjadi model koeksistensi, persaudaraan antarmanusia, serta pertemuan budaya dan peradaban yang berbeda. "Saya menantikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang hidup di masa kini tetapi sudah menyaksikan masa depan," tambah Paus. UAE selalu membanggakan toleransi beragama dan keragaman budayanya. Sudah sejak lama UAE mengizinkan umat Kristen beribadah dan membangun gereja. Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Kembali Singgung Trump soal Tembok Perbatasan Hampir 80 persen warga UAE adalah pemeluk Islam, sedangkan umat Kristen sebanyak 9 persen dari seluruh penduduk negeri itu. Sedangkan sebagian besar umat Katolik negeri itu adalah para pekerja dari Afrika, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab", https://internasional.kompas.com/read/2019/01/31/15341691/paus-fransiskus-lakukan-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab.
    Penulis : Ervan Hardoko
    Editor : Ervan Hardoko
    Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab Ervan Hardoko Kompas.com - 31/01/2019, 15:34 WIB Paus Fransiskus. Paus Fransiskus.(AFP/JOHAN ORDONEZ) ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan, dia segera membuka halaman baru dalam sejarah relasi antaragama dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/2/2019). "Saya amat gembira...bisa menulis halaman baru relasi antaragama di negara Anda, menegaskan bahwa kita semua bersaudara meski berbeda," kata Paus Fransiskus dalam pesan video untuk rakyat UEA, Kamis (31/1/2019). Dalam pesan yang disampaikan dalam bahasa Italia tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Paus mengucapkan terima kasih kepada putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Baca juga: Umat Katolik Dubai Antre Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus Sheikh Mohammed mengundang Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan lintas agama untuk membahas persaudaraan manusia pada 3-5 Februari mendatang. Paus menambahkan, kunjungan itu memberikan kesempatan kepadanya untuk bertemu lagi dengan "teman dan saudara tercinta" Sheikh Ahmed al-Tayeb. Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin otorita tertinggi Muslim Suni di Mesir. Kedua pemimpin agama ini pernah bertemu pda 2017. Paus Fransiskus menjadikan perbaikan dan peningkatan hubungan antara Kristen dan Islam sebagai prioritas di masa kepemimpinannya. "Saya percaya pertemuan lintas agama merefleksikan keberanian dan kemauan untuk mengakui bahwa iman kepada Tuhan menjadi sarana persatuan bukan perpecahan, membawa kebersamaan meski berbeda, serta menyingkirkan kekerasan dan kebencian," ujarnya. Paus menambahkan, UEA adalah tempat yang mencoba menjadi model koeksistensi, persaudaraan antarmanusia, serta pertemuan budaya dan peradaban yang berbeda. "Saya menantikan kesempatan untuk bertemu orang-orang yang hidup di masa kini tetapi sudah menyaksikan masa depan," tambah Paus. UAE selalu membanggakan toleransi beragama dan keragaman budayanya. Sudah sejak lama UAE mengizinkan umat Kristen beribadah dan membangun gereja. Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Kembali Singgung Trump soal Tembok Perbatasan Hampir 80 persen warga UAE adalah pemeluk Islam, sedangkan umat Kristen sebanyak 9 persen dari seluruh penduduk negeri itu. Sedangkan sebagian besar umat Katolik negeri itu adalah para pekerja dari Afrika, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab", https://internasional.kompas.com/read/2019/01/31/15341691/paus-fransiskus-lakukan-kunjungan-bersejarah-ke-uni-emirat-arab.
    Penulis : Ervan Hardoko
    Editor : Ervan Hardoko