PERPECAHAN DAN UPAYA REKONSILIASI DALAM GEREJA
Mengapa ada Paus
Alexandria dan Roma? Sejarahnya begini.
Berabad-abad yang lalu Gereja
Kristus berdiri sebagai satu kesatuan sebagai komunitas yang dipimpin oleh para rasul dan diteruskan oleh para penerus mereka. Sejak awal Gereja ini desebut dengan
berbagai nama, Hodoss Kyriou (Jalan Tuhan), Cristiknoi (Kristen) , Chatolic (Katolik)
yang berarti universal. Selama
lebih dari 400 tahun pertama, umat
Kristen berada dalam satu kesatuan Iman dan ajaran. Namun, perjalanan sejarah membawa tantangan
yang menguji persatuan itu.
Pada tahun 431 , Konsili
Efesus diadakan untuk menjawab
berbagai ajaran yang dianggap menyimpang dari iman yang telah diwariskan. Dari sinilah muncul perpecahan pertama. Sekelompok umat yang tidak menerima
keputusan Konsili ini, akhirnya memisahkan diri dan mereka kemudian menyebut diri Gereje non Efesus. Meski demikian, mereka tetap mempertahankan
suksesi apostolick, menjadikan mereka bagian dari Gereja-Gerja Apostolik
yang tetap eksis hingga
kini. @o tahun kemusia, yakni 451, peristiwa serupa terjadi , dengan
digelarnya Konsili Kalsedon dan kembali terjadi ketidaksepakatan. Beberapa kelompok tidak menerima keputusan Konsili
tersebut menyebabkan pemisahan lain dalam Gereja. Mereka yang menolak keputusan ini disebut
Gereja Non Kalsedon. Dengan demikian,
Gereja yang awalnya satu mulai
terbagi meskipun semuanya mengakar dalam tradisi
Apostolik yang diwariskan dari Para Rasul. Perpecahan
yang semakin besar terjadi pada tahun 1054 yang dikenal sebagai Skisma
besar dalam Gereja Barat dan Gereja Timur.
Gereja Barat yang berpusat di Roma tetap mempertahankan Liturgi
dalam Bahasa Latin yang kemudian dikenal sebagai Gereja Katolik. Sementara itu, Gereja Timur yang berpusat di Konstantinopel . sekarang Istambul menggunakan tradisi Yunani dan dikenal sebagai Gereja Ortodoks Timur. Nanun, di luar kelompok besar ini, ada
pula Gereja Ortodoks Oriental yang berasal dari Kelompok Non Kalsedon, dan tetap bertahan hingga kini.
Gereja ini berpusat di Alexandria
, Mesir dan dipimpin oleh seorang Paus . Ya, jangan terkejut. Selain Paus Roma, ada pula Paus Allexandria yang memimpin
Gereja Ortodoks Oriental. Sementara itu, Gereja Ortodoks Timur tidak
memiliki Paus melainkan dipimpin oleh seorang Patriakh Ekuminis yang berkedudukan di Konstantinopel.
Maka, dari satu Gereja yang awalnya bersatu, kini ada 4 Gereja
besar yang tetap
mempertahankan suksesi Apostolik. yakni:
- Gereja Katolik , berpusat di Roma , bertradisi Latin.
- Gereja Ortodoks Timur, berpusat di Konstantinopel, bertradisi Bynzantine,
- Gereja Ortodoks Oriental berpusat di Alexandria bertradisi Koptik, Syria dan Armenia.
- Gereja Assyria, berakar dalam Tradisi Timur, berpusat di daerah Irak.
Meski terpisah dalam struktur dan
tradisi , keempat Gereja ini tetap berbagi satu iman, satu baptisan dan satu warisan Apostolik
. Seiring waktu, , beberapa kelompok Gereja dari Ortodoks dan
Assyrya, ada yang kembali bersatu dengan
Gereja Katolik., misalnya sebagaian Gereja
Assyrya kembali ke Katolik disebut Gereja Katolik Kaldea dan sebagainan Armenia yang kembali bergabung dengan Gereja Katoli, disebut Gerja
Katolik Armenia. Bahkan ada kelompok
dari Ortodoks Timur yang kembali dalam
kesatuan dengan Gereja Katolik Roma, seperti Gereka Katolik Ukraina . Sejarah Gereja tidak hanya berbicara tentang
perpecahan tetapi juga upaya
rokonsiliasi , usaha kembali kepada kesatuan semula . Meskipun kini terdapat berbagai
tradisi Liturgi , Latin, Yunani,
Koptik , syrria, , Armenai hingga Kaldea
semua tetap berasal dari akar yang sama, Gereja yang didirikan oleh
Yesus Kristus sendiri. Inilah perjalnan
panjang Gereja- Gereja Apostolik suatu
kisah yang terus berlanjut dalam sejarah
Kekristenan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar