Kamis, 14 Maret 2024

APAKAH DAN SIAPAKAH MANUSIA MENURUT KITAB SUCI?

 APAKAH  DAN SIAPAKAH MANUSIA MENURUT KITAB SUCI?

Siapakah manusia menurut  KS. Manusia  adalah makhluk pribadi dan sosial( Kej 1: 27)

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya  dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.


Dalam perikop di atas,   frasa  diciptakan-Nya  "dia; laki-laki dan perempuan" , menujukkan aspek manusia sebagai pribadi.  Lalu frasa  "diciptakan-Nya mereka"   menunjukkan aspek  manusia sebagai aspek sosial (kelompok). 

VMG - JPS,  11, 15  Maret 2024; 18 April 2024.



Selasa, 05 Maret 2024

AGAMA (GEREJA) DAN NEGARA

 AGAMA  (GEREJA)  DAN  NEGARA




https://www.youtube.com/watch?v=umTddh6SqHM


Carl  Schmit:  Politik adalah bentuk sekular dari Teologi

Fratelli tuti = persahabatan  universal (40:55) 


JPS, 5 Maret 2024. 


Sesi tanya  jawab:

Rio  Nanto: 

1. Esensi Teologi Politik itu adalah Ortopraksis, bukan ortodoksi.  Sejauh mana  efek dati model-model teologi  yang Gereja terapkan, misalnya Teologi Hitam di Afrika, Teologi Dalit di India, Teologi  Pembebasan di Amerika Latin, Teologi  Publik  (?)  di Indonesia .  Sejauh mana efek Teologi itu  untuk menciptakan peradaban dunia yang lebih baik?  Di Indonesia,  kasus korumsi cukup banyak dan besar terjadi juga di daerah-daerah Katolik. 

2. Mahasiswa: Eropa  kebanjiran imigran, terutama dari Timur Tengah.  Apakah ini tidak  berdmapak buruk bagi  peradaban  Kristen Eropa? Di Masa depan Islam  ada trend Islam  semakin  menguasai dunia, terutama dari segi jumlah.  


Jawaban Pater Budi.

1. Suatu pengamatan, orang atau golongan  paling sulit  untuk  diyakinkan  untuk ditobatkan adalah  para pemimpin agama sendiri.  Paus Fransiskus selalu mengingatkan hal ini  pada kuliahnya kepada anggota kurianya di Roma.  Paus berbicara sangat keras karena sulit untuk menobatkan, menyakinkan para pejabat agama itu untuk  menjadi semakin peka terhadap persoalan sosial  dan kepekaan ini juga terumuskan dalam sikap hidup yang kongkrit.   Godaan untuk berkoalisi dengan kekuasaan dan kekayaan itu sangat kuat.  Kalau kita  tidak berhasil untuk bekerja ke dalam, untuk diri kita sendiri , kelompok kita  maka  sangat sulit  untuk mendapat pengaruh lebih luas.   Pertanyaan ini penting bagaimana kita melewati proses transformasi, konversi (pertobatan)   sehingga  kita  tidak menjadi orang yang  dengan gampang menggunakan sakramen  untuk megitimasi penyalahgunaan kekuasaan  demi diri  dan kelompok sendiri. 


2, Ini kecemasan yang tidak bisa kita sembunyikan. 

Persoalan utama di Eropa adalah masalah  integrasi atau intercultural, bagaimana saling belajar dan saling memberi ruang   serentak  mengubah diri  dalam situasi perbedaan dengan orang lain.  Dalam konteks ini Eropa - menurut Pater Budi Kleden - tidak  cukup fasih, tidak cukup ahli , tidak cukup punya pengalaman  karena terlalu  lama Eropa  berada dalam konteks  kamu dan kami, tidak punya cukup pengalaman integrasi , saling belajar  dalam suatu perubahan. Ini berbeda   dengan USA  dan Australia  yang  lebih  mudah  berintegrasi.  Di  Eropa butuh  waktu untuk berintegrasi  menghadapi tantangan  baru.    Persoalan imigran sangat kompleks, bukan hanya  soal Islam tetapi bagaimana   memberika ruangan dan tempat kepada mereka untuk  bisa   mengembangkan diri, terutama bagi kaum muda. Banyak dari mereka (kaum imigran) itu orang yang baik sekali, tidak ada tendensi menggunakan kekerasan.  Banyak dari antara mereka  bisa berintegrasi dengan baik   dan  bisa mengembangkan bakatnya  untuk kemajuan diri dan keluarganya.  Memang ada juga yang menggunakan kekerasan dan tidak bisa berintegrasi dengan baik   dan karena itu menjadi persoalan.   Persoalan imigran di Eropa  masih menjadi tantangan yang  besar , perlu ditanggapi secara politis, budaya dan religi, bagaimana kita sebagai orang Kristen  pernah menjadi mayoritas di Eropa, bagaimana membantu menyiapkan orang -orang  kita  untuk  lebih aktif  dalam proses interaksi  sehingga terjadi kebersamaan yang  damai,  bukan permusuhan.  


JPS, 5 Maret 2024.