Kamis, 12 Januari 2023

INKULTURASI DALAM GEREJA

INKULTURASI DALAM GEREJA
https://www.youtube.com/watch?v=lkqLkxLJTKA

Inkulturasi adalah upaya bagaimana Gereja dipahami, dicintai, dihayati menurut budaya yang dimasukiki dalam wilayah tertentu.. Juga  bagaimana budaya itu diterapkan dalam kehidupan menggereja.

Gerrja  Katolik berusaha memahami budaya penganutnya, misalnya Budaya Jawa. Tionghoa. 
Dalam budaya Tionghoa Inkulturasi tampak pada beberapa aspek, misalnya pakaian, Bahasa Litirgi yakni Mandarin, dan Kremasi  jenasah yang   butuh waktu yang lama bagi Gereja Katolik untuk mengakuinya.  Sedangka untuk  suku Jawa Jawa, inkulturasi mencakup beberapa  bagian, yakni:
  1. Secara Litugis, dalam   Bahasa , termasuk Lagu -Lagu Liturgi yang ada  dalam Buku Puji Syukur dan  Madah Bakti. Secara Liturgi, ada  3 poki, yakni pertama, Gereja mengembangkan Budaya Gamelan; kedua, Tarian (Pembuka, Persembahan, Penutup); ketiga,  Pakaian, yakni Budaya Jawi (?) / Jarik (Blankon, Surja?,  Jarik  (?) untuk petugas Liturgi 
  2. Secara pewartaaan (Kerymatis) , ada 3 poin, yakni, pertama, tembang Macapat  (Untuk Injil dan pewartaaaan Iman);  kedua  Wayang  dan Wahyu, tokoh dan kisah .  ketiga  Salawatan (Pewartaaan Injil menggunakan salawatan, seperti Kendang, Saron dan , 



JPS, 13 Januari 2023.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar