https://www.youtube.com/watch?v=lkqLkxLJTKA
Inkulturasi adalah upaya bagaimana Gereja dipahami, dicintai, dihayati menurut budaya yang dimasukiki dalam wilayah tertentu.. Juga bagaimana budaya itu diterapkan dalam kehidupan menggereja.
Gerrja Katolik berusaha memahami budaya penganutnya, misalnya Budaya Jawa. Tionghoa.
Dalam budaya Tionghoa Inkulturasi tampak pada beberapa aspek, misalnya pakaian, Bahasa Litirgi yakni Mandarin, dan Kremasi jenasah yang butuh waktu yang lama bagi Gereja Katolik untuk mengakuinya. Sedangka untuk suku Jawa Jawa, inkulturasi mencakup beberapa bagian, yakni:
- Secara Litugis, dalam Bahasa , termasuk Lagu -Lagu Liturgi yang ada dalam Buku Puji Syukur dan Madah Bakti. Secara Liturgi, ada 3 poki, yakni pertama, Gereja mengembangkan Budaya Gamelan; kedua, Tarian (Pembuka, Persembahan, Penutup); ketiga, Pakaian, yakni Budaya Jawi (?) / Jarik (Blankon, Surja?, Jarik (?) untuk petugas Liturgi
- Secara pewartaaan (Kerymatis) , ada 3 poin, yakni, pertama, tembang Macapat (Untuk Injil dan pewartaaaan Iman); kedua Wayang dan Wahyu, tokoh dan kisah . ketiga Salawatan (Pewartaaan Injil menggunakan salawatan, seperti Kendang, Saron dan ,
JPS, 13 Januari 2023.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar