Rabu, 23 April 2025

MASA KANAK-KANAK YESUS DITEMUKAN PADA INJIL-INJIL LAIN?

MASA KANAK-KANAK YESUS DITEMUKAN PADA INJIL-INJIL LAIN?

 https://youtube.com/shorts/EPCAyi4YG9s?si=fFVuduK1-hMGOkBF


JPS, 24 April 2025. 


WHAT HAPPENED TO JESUS DURING THE THREE DAYS OF HIS DEATH

 WHAT HAPPENED  TO  JESUS DURING THE THREE DAYS  OF  HIS DEATH

https://youtube.com/shorts/juYAn9sv_nM?si=tCLeWL6cCrvgHzh7

https://youtube.com/shorts/juYAn9sv_nM?si=2y1YCWde6eHumEPs

WHAT HAPPENED  TO  JESUS DURING THE THREE DAYS  OF  HIS DEATH


JPS, 23 April 2025. 


YOU ARE'NT ALONE MY CHILD - A boy come to under the cross, Jesus do down and embrace him

 

YOU ARE'NT ALONE MY CHILD -  A  boy come to under the cross, Jesus do down and embrace him 

https://youtube.com/shorts/GhKkcV6nI3s?si=F186cvxUp5wUvm0x


 Background  song: I  hear Thy  Welcome Voice


I Hear Thy Welcome Voice | Lewis Hartsough

https://www.youtube.com/watch?v=smZ96jMJ7tA



I Hear Thy Welcome Voice | Lewis Hartsough

https://library.timelesstruths.org/music/I_Hear_Thy_Welcome_Voice/

  1. I hear Thy welcome voice
    That calls me, Lord, to Thee,
    For cleansing in Thy precious blood
    That flowed on Calvary.
    • Refrain:
      I am coming, Lord,
      Coming now to Thee!
      Wash me, cleanse me in the blood
      That flowed on Calvary.
  2. Though coming weak and vile,
    Thou dost my strength assure;
    Thou dost my vileness fully cleanse,
    Till spotless all, and pure.
  3. ’Tis Jesus calls me on
    To perfect faith and love,
    To perfect hope and peace and trust,
    For earth and heav’n above.
  4. ’Tis Jesus who confirms
    The blessed work within,
    By adding grace to welcomed grace,
    Where reigned the pow’r of sin.
  5. And He the witness gives
    To loyal hearts and free
    That every promise is fulfilled,
    If faith but brings the plea.
  6. All hail, atoning blood!
    All hail, redeeming grace!
    All hail, the gift of Christ our Lord,
    Our Strength and Righteousness.


Versi Indonesia

KRI 225; KUDATANG TUHAN
https://www.youtube.com/watch?v=Wo5j4Dtoq6o

KRI 225 Ku Datang Tuhan
I Hear Thy Welcome Voice
Lewis Hartsough
1=Es 3/4
VERSI 1
1
Kudengar suara-Mu memanggil diriku.
Darah Kaub'rikan padaku di bukit Golgota.
Ku datang Tuhan, datang pada-Mu.
Sucikanlah hatiku di dalam darah-Mu.
2
Lemahlah imanku dan ku tak berdaya,
Hanya kuasa-Mu yang dapat bebaskan dosaku.
3
P'nuhilah hatiku dengan Roh Kudus-Mu,
Dan anug'rah-Mu yang limpah, 'gar ku serupa-Mu.

*********

JPS, 23 April 2025. 


Selasa, 22 April 2025

SEJARAH ADIK HAJI AGUS SALIM - KELUAR DARI ISLAM LALU MASUK KATOLIK

 



SEJARAH ADIK HAJI AGUS SALIM - KELUAR DARI ISLAM LALU MASUK KATOLIK

https://youtube.com/shorts/_ZFAbRVQch4?si=p3Qu9qdf9w9tSWrR

Abdul Chalid Salim  - adiknya Haji Agus Salim -  seruapakan seorang jurnalis komunis.  Muanya dia Muslim. Kamudian dia tertarik untuk masuk Katolik.

Ketika masuk Katolik namanya  berubah menjadi  Ignatius Fransiscus  Michael  Salim. 

JPS, 22 April 2025. 



PERAN SURIAH DALAM PENYEBARAN INJIL


PERAN SURIAH DALAM PENYEBARAN  INJIL

 https://youtube.com/shorts/EBRkQVtiG0E?si=UR2T75TEG2eL0zAJ


wILAYAH, KHUSUSNYA aLNTIOKIA. dI KOTA INILAH UNTUK PERTAMA KALI   pengikut  Kristus dosevut Kristen. (Kisra 11: 26). 

Antiokia mnjadi pusat penginjilan  pengutusan. Meski saat ini Antiokhia dikenal sebagai  de Antakya,  Ibu kota provnsi Hatai  di Turki Selatan.  Namun, di masa Perjanjian Baru,  kota ini adalah bagian dari Provinsi Romawi  syria.  Rasul Paulus dan Barnabas diutus dari kota ini.  untuk menyebarkan Injil ke dunia Non Yahudi (Kis 13: 1 - 3).  


JPS, 22 April 2025.


*********


SAULUS DIBAPTIS DI DAMASKUS -  SURIAH (?) 

Baptisan awal Saulus di suriah. 

https://youtube.com/shorts/tfbO-Q_fJ2A?si=H_3yDze87MJPGSGR


Kis 9: 18

JPS, 22 April 2025.



PAUS FRANSISKUS

 PAUS  FRANSISKUS


0. POPE FRANSISCO: THE NAME OF GOD IS MERCY  (Nama Tuhan adalah belas kasih)


https://youtube.com/shorts/xYRb9FWVWOg?si=MQBQojfNUH-Gy6t5



1. WASAIAT PAUS FRANSISKUS

https://youtube.com/shorts/abgsUcSOHq8?si=6gG4zteOgDAUamHv




https://youtube.com/shorts/q5-bXlRZpC0?si=AlfoNiAhaB_m8BoG





Lahir: 17 Desember 1936

Wafat: 21 April 2025

NB: Paus  Fransiskus meninggal dunia, Senin, 21 April 2025 di Vatikan.  Sehari sebelumnya  memberikan berkat Paskah di  Vatikan. 



*********

4.TANATOPRAKSI:  METODE  PENGAWEYAN JENASAN PAUS FARNSISKUS
https://youtube.com/shorts/EkJ3xNPXgkw?si=s357GRgtsgVD5d_E


JPS, 26 Spril 2025. 

******



5. REQUIEM AETERNAM (LATINE)  by Wolfgang Amadeus Mozart 
https://www.youtube.com/watch?v=DPGfRCKE5Nw


REQUIEM AETERNAM (LATINE)  by Wolffgang Amadeus Mozart 

REQUIEM AETERNAM (LATINE)  =  BERISTIRAHATLAH DALAM DAMAI
https://oxfordsong.org/song/introitus-requiem-aeternam-3

Latin: 
Requiem = beristirahat
Aeternam  = abadi

Introitus

Introitus

Requiem aeternam dona ets, Domine,
et lux perpetua luceat ets.
Te decet hymnus, Deus, in Sion,
et tibi reddetur votum in Jerusalem.
Exaudi orationem meam,
ad te omnis caro veniet.
Requiem aeternam dona ets, Domine,
et lux perpetua luceat ets.

Introitus
Latin source: Liturgical

Requiem aeternam dona ets, Domine,
et lux perpetua luceat ets.
Te decet hymnus, Deus, in Sion,
et tibi reddetur votum in Jerusalem.
Exaudi orationem meam,
ad te omnis caro veniet.
Requiem aeternam dona ets, Domine,
et lux perpetua luceat ets.

REQUIEM AETERNAM (ENGLISH  VERSION )

Entrance
English translation © Anon.

Grant them eternal rest, O Lord,
and may perpetual light shine on them.
Thou, O God, art praised in Sion,
and unto Thee shall the vow
be performed in Jerusalem.
Hear my prayer, unto Thee shall all flesh come.
Grant them eternal rest, O Lord,
and may perpetual light shine on them.

**************

PERJUMPAAN PAUS FRANSISKUS  DENGAN EMANUEL BALDERI: 

APAKAH AYAH SAYA (ATEIS)  DI SURGA? 

https://youtube.com/shorts/1FID6Kqqslg?si=E-IVM6znwq4EmGSk




30 April 2025. 


**************

In Memoriam Paus Fransiskus:


MEMBAWA AGAMA YANG EKOLOGIS DAN PENUH KASIH


- Pengalaman dengan Paus Fransiskus di Jakarta


Oleh Denny JA



Pada musim dingin tahun 2013, sebuah perahu kayu yang rapuh karam di lepas pantai Lampedusa, Italia. Itu pulau kecil di perbatasan Afrika Utara dan Eropa.


Lebih dari 360 pengungsi dari Eritrea dan Somalia tenggelam dalam laut yang membeku. Mayat-mayat mereka ditemukan terapung, terbungkus selimut darurat aluminium, di antara puing-puing perahu dan doa yang tak sempat diselesaikan.


Beberapa hari kemudian, Paus Fransiskus datang ke Lampedusa. Tanpa prosesi megah. Tanpa singgasana emas.


Ia hanya membawa salib kayu yang terbuat dari serpihan kapal karam. Di atas altar darurat, ia merayakan misa bagi jiwa-jiwa yang tak sempat disambut dunia.


Dengan suara gemetar, ia berdoa:

“Kami telah kehilangan rasa menangis. Kami telah membiarkan budaya kematian menjangkiti nurani kami. Ya Tuhan, ampunilah kami.”


Di hadapan laut biru yang menjelma makam tanpa nama, Paus melempar karangan bunga. Air mata para ibu dan doa-doa yatim piatu menggema bersama desir angin.


Hari itu, Lampedusa menjadi tanah suci. Tempat duka dunia dijadikan altar cinta.


-000-


Wafatnya Paus Fransiskus pada awal 2025 bukan hanya meninggalkan duka bagi umat Katolik, melainkan bagi seluruh jiwa yang rindu akan agama yang lembut, membumi, dan penuh kasih.


Ia adalah pelita di tengah dunia yang gelap dan terpolarisasi. Dua warisan utamanya menjelma cahaya: ekologi spiritual dan inklusivitas tak bersyarat.


Angin di Vatikan membawa pesan baru ketika ia memperkenalkan Laudato Si’.

Sebuah ensiklik yang tak hanya mengguncang doktrin gereja, tetapi mengetuk hati umat manusia.


Di dalamnya, bumi tidak lagi dipandang sebagai benda mati untuk dieksploitasi,

melainkan sebagai tubuh hidup yang menderita—makhluk spiritual yang terluka karena keserakahan manusia.


“Tanah, air, udara, dan semua makhluk adalah bagian dari keluarga kita,” tulisnya.

Kalimat sederhana, tapi memuat revolusi teologis dan ekologis yang dalam.


Paus Fransiskus memutar arah agama:

dari hanya memandang langit sebagai tujuan,

menuju bumi sebagai amanah dan tanggung jawab.


Ia bukan hanya pemimpin Katolik; ia adalah nabi zaman krisis iklim.

Di balik jubah putihnya, seorang pejalan sunyi mendengarkan rintih daun kering dan batuk sungai yang keruh.


Ia membaca Injil bukan hanya dari kitab suci,

tetapi juga dari retakan tanah, badai yang menerjang, dan es yang mencair di kutub.


Bagi Fransiskus, dosa ekologis bukan konsep abstrak—tapi luka nyata.

Dalam dunia yang mengukur nilai dari laba dan pertumbuhan tak terbatas,

ia berdiri sebagai suara sunyi yang berkata: cukup.


Paus menyebut keserakahan industri telah melahirkan “kebudayaan sampah”—

sebuah sistem yang menjadikan alam dan manusia sebagai barang pakai-buang.


Inilah krisis spiritual terbesar zaman ini:

ketika bumi diperlakukan sebagai objek, bukan sebagai subjek yang suci.


-000-


Paus Fransiskus menyerukan pertobatan ekologis.

Bukan hanya perubahan cara hidup, tapi perubahan cara mencinta.


Ia mengajak kita membumikan doa—bukan sekadar untuk keselamatan jiwa,

tetapi juga untuk pemulihan tanah, air, dan udara.


“Agama harus berhenti hanya membicarakan surga,” katanya, “jika ia membiarkan bumi menjadi neraka bagi generasi mendatang.”


Dan ini bukan retorika.

Ia mendorong gereja-gereja memakai energi terbarukan,

mendukung pertanian organik,

dan menolak proyek ekstraktif yang melukai ekosistem lokal.


Ia memeluk para aktivis lingkungan seperti ia memeluk para pengungsi. Itu 

karena keduanya korban dari sistem yang sama: sistem yang mengeksploitasi dan memutus ikatan manusia dengan alam.


Bagi Fransiskus, spiritualitas tidak sah jika tak menyentuh tanah. Relasi dengan Tuhan tak bisa dipisahkan dari relasi dengan bumi.


Kita tak bisa mencintai Pencipta sambil terus menyakiti ciptaan-Nya.


-000-


Apa yang disuarakan Paus Fransiskus melampaui Katolik.

Ia merangkul kosmologi spiritual dari banyak tradisi.


Dalam Islam, bumi adalah hamparan kasih sayang Allah,

dan manusia adalah khalifah yang bertanggung jawab.


Dalam Hindu, alam adalah manifestasi dari Brahman yang ilahi.


Dalam kearifan pribumi, tanah adalah ibu, dan sungai adalah darah kehidupan.


Ia menghidupkan kembali semangat St. Fransiskus dari Assisi—

yang menyapa matahari sebagai saudara, dan bulan sebagai saudari.


Laudato Si’ bukan sekadar dokumen keagamaan.

Ia adalah puisi cinta untuk planet ini.


-000-


Bumi, kata Paus, adalah bagian dari tubuh spiritual manusia.

Apa yang dirasakan bumi, dirasakan pula oleh jiwa kita.


Ketika hutan dibakar, kita kehilangan nafas.

Ketika laut tercemar, batin kita menjadi keruh.


Bumi adalah tubuh bersama—our common home.

Sebagaimana kita merawat tubuh sendiri, kita juga harus merawat planet ini:

dengan gaya hidup berkelanjutan, energi bersih, dan rasa syukur atas secukupnya.


Ia mengingatkan: manusia bukan penguasa bumi,

tetapi saudara tua dari ciptaan lainnya.

Peran kita bukan menaklukkan, tapi memelihara.

Bukan mengambil tanpa batas, tapi memberi dalam diam yang hormat.


-000-


Kini, dunia berkabung. Tapi lebih dari itu: dunia terinspirasi.


Ia tak memberi solusi instan, tapi menanam benih kesadaran

yang akan tumbuh dalam tindakan-tindakan kecil:

menanam pohon, mengurangi sampah, mencintai cahaya pagi dan udara bersih.


Ia membukakan jalan bahwa religiusitas bukan hanya misa atau salat,

tapi juga tidak membuang sampah di sungai.


Ia ajarkan bahwa spiritualitas tak  selalu ke langit. 

Kadang ia  justru terletak di tanah, dan dalam air mata makhluk hidup yang kita abaikan.


Dalam kepergiannya, Paus Fransiskus meninggalkan pesan:


Jika engkau ingin menemukan Tuhan, pergilah ke hutan.

Dengarkan suara daun.

Di sana, semesta sedang berdoa.


-000-


Filosofi spiritual Paus Fransiskus yang paling agung:

Cinta adalah hukum tertinggi.


Bukan cinta yang pasif dan manis, melainkan cinta yang membasuh kaki yang kotor,

yang menjahit luka bumi,

yang memulangkan mereka yang terbuang ke pelukan Tuhan.


Baginya, agama bukan menara gading bagi para suci,

tetapi tenda terbuka bagi para pendosa, pengungsi,

pecinta bumi, dan pencari makna.


Ia buka pintu bagi yang tertolak: imigran lelah yang mengangkut duka,

LGBT yang rindu dipeluk surga,

dan iman lain yang haus cahaya. Mereka diundang 

semua duduk setara di meja cinta.


-000-


Ketika kabar wafatnya Paus menggema,

lonceng berdentang di Basilika Santo Petrus.

Namun gema cintanya terdengar jauh lebih luas:

di kamp pengungsi, di hutan yang dibakar,

di pelukan pasangan yang dulu tersembunyi dari altar.


Ia bukan sekadar gembala Katolik.

Ia adalah imam dunia,

yang menyatukan doa dalam berbagai bahasa

dan air mata dalam segala warna.


Di Jakarta punya kenangan sendiri soal Paus Fransiskus. Itu  malam 4 September 2024, di depan Galeri Nasional.


Mobil Paus melambat.

Jendela terbuka.

Seorang perempuan mendekat, membawa lukisan saya:

Paus membasuh kaki rakyat Indonesia.


Perempuan itu Pendeta Sylvana Maria Apituley, dari Papua.

Dengan gemetar, ia serahkan lukisan itu.

Paus memberkatinya—

dan Jalan Merdeka menjadi altar jalanan.


Lukisan itu, yang dulu hanya kanvas dan warna, kini menjadi relik.


Sylvana menulis keesokan harinya:

“Aku menangis bahagia… tak mau cuci tangan.”


-000-


Kini, tugas kita bukan sekadar mengenang.

Tapi meneruskan.

Menyiram tanah dengan kasih.

Merawat sesama dengan kelembutan.

Menerima yang berbeda seperti tubuh kita sendiri.


Karena, sebagaimana Paus Fransiskus wariskan:


Cinta adalah satu-satunya doktrin yang tak pernah mati. *


Jakarta, 21 April 2025


Sumber: https://web.whatsapp.com/ ( WELA JABODETABEK 0 Diposting Adyani - 22 April 2025). 


******


Rabu, 16 April 2025

WHY CLIFFE KNECHTLE NOT CATHOLIC?

 

KLIFFE  KNECHTLE   DENOMINATION 

WHY KLIFFE  KNECHTLE  NOT CATHOLIC?

https://youtube.com/shorts/1M-2k3UdTyA?si=_yGuYOPro83s5vuk

Why are you  guys  (pria)  Christian and not Catholic? 
Uh  we are Ortodox  Christian   which means  I realy don't  care whether  Catholic, Presbytarian,  Baptized, Penhecostal,  Methodist  whatever. Too many  Catholics   don't  know  Christ,  too many Protestant  don't  know  Christ  the issue  is simply not you Catholic   or Protestant  issue is  how  have  you responded  to Jesus Christ  and majority of my Catholic friends  have genuinly  put their  faith in   Christ and many  my Protestant of freinds have genuinly  put  their  faith in Christ    many of my Protestant of   friends   have make a big  big  error  they have ripped  the  supernatural out  of Bible they've  reduced  the Christianity  to an ethics code  be a  nice  guy and  I'm sorry but  when  read the Gospels  when your read the Bible  there  really is  supernatural God   who  can you  either choose  to relationship  with or you can choose live separate  from I'm not   concern  wheter is a person  is Catholic  , Presbytarian,  Baptized, Pethecostal,  Mehodost  or  whatever. I'm concerned  how have you responded  to the person  of Jesus Christ  and that I would argue  is the  Ortodox Chritian   faith and that  include Catholics  Greek Ortodox . 


JPS, 16  April  2025. 

********

https://www.youtube.com/watch?v=BZ4lvZfUXQI


JPS, 16  April  2025. 

********